
Dairi, Indotrans.web.id || – Kondisi Jalan Provinsi Sumatera Utara yang menghubungkan Desa Sumbul Karo menuju Desa Tigalama, tepatnya di Desa Bukit Tinggi, perbatasan Kecamatan Tigalingga dengan Kecamatan Pegagan Hilir, Kabupaten Dairi, kembali menjadi sorotan. Jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah dinilai telah menghambat aktivitas masyarakat sekaligus berdampak pada perekonomian warga.
Ketua Cahaya Kemenangan Prabowo Sumatera Utara, Jauli Manalu, SH, menyampaikan harapannya kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tersebut.
Menurut Jauli, kerusakan jalan semakin parah setiap musim hujan. Lubang besar, kubangan air, dan jalan berlumpur membuat kendaraan roda empat sulit melintas, bahkan kerap terjebak. Sementara itu, kendaraan roda dua juga harus ekstra hati-hati karena jalan menjadi licin dan berbahaya.”Pak Bobby Nasution, tolong kampung kami diaspal. Sudah hampir 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi kampung kami seperti belum merdeka. Mobil memang bisa masuk, tetapi belum tentu bisa keluar karena jalan rusak. Kalau berhasil keluar itu sudah seperti mukjizat. Sampai di rumah pun kendaraannya pasti mengalami kerusakan. Motor juga sangat sulit melintas saat hujan karena jalan licin dan penuh kubangan,” ujar Jauli Manalu, Senin (27/7/2026).
Warga Pertanyakan Perhatian Pemerintah
Jauli juga mempertanyakan sejauh mana upaya Pemerintah Kabupaten Dairi dalam menyampaikan kondisi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, masyarakat berharap Bupati Dairi telah menyurati DPRD Sumatera Utara maupun Gubernur Sumatera Utara agar persoalan ini menjadi prioritas pembangunan.
Selain itu, ia meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara yang berkantor di Kabupaten Dairi untuk lebih aktif turun ke lapangan melihat langsung kondisi jalan.
“Jangan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat. Ini adalah jalan provinsi yang setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas, mengangkut hasil pertanian, serta menunjang roda perekonomian,” tegasnya.

Usulkan Diambil Alih Pemerintah Pusat
Melihat kondisi yang tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun, Jauli bahkan mengusulkan agar status jalan tersebut dipertimbangkan untuk diambil alih oleh Pemerintah Pusat sebagai jalan nasional apabila Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum mampu melakukan penanganan secara maksimal.
Menurutnya, kondisi jalan sudah sangat memprihatinkan dan memerlukan penanganan menyeluruh agar masyarakat tidak terus dirugikan.
“Saya berharap berita ini bisa dibagikan seluas-luasnya agar sampai kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. Bahkan jika diperlukan, kami berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat mengambil alih pembangunan jalan ini demi kepentingan masyarakat,” kata Jauli.
Ekonomi Warga Ikut Terdampak
Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menyulitkan akses transportasi, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat Desa Bukit Tinggi dan desa-desa sekitarnya. Distribusi hasil pertanian menjadi terhambat, biaya transportasi meningkat, dan kendaraan masyarakat lebih cepat mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang ekstrem.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar akses utama penghubung antarwilayah di Kabupaten Dairi tersebut dapat diperbaiki dan kembali layak digunakan.
Masyarakat Desa Bukit Tinggi menilai perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan kebutuhan mendesak demi meningkatkan keselamatan, memperlancar aktivitas ekonomi, serta memberikan rasa keadilan bagi warga yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian.
(LS)
