Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » IHSG Dibuka Naik 0,18% ke 5.397, Investor Pantau Sentimen Global

IHSG Dibuka Naik 0,18% ke 5.397, Investor Pantau Sentimen Global

IHSG dibuka menguat 0,18 persen ke level 5.397 pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026.
IHSG dibuka naik 0,18% ke level 5.397,34 di tengah perhatian investor terhadap sentimen global dan perubahan metodologi penghitungan indeks oleh BEI.

JAKARTA, Indotrans.web.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat (23/10/2026), naik 9,43 poin atau 0,18% ke level 5.397,34. Meski sempat menguat lebih tinggi pada awal sesi, pergerakan indeks kemudian mengalami penyusutan penguatan di tengah perhatian investor terhadap sentimen global dan perkembangan ekonomi domestik.

Pada awal perdagangan sesi I pukul 09.00 WIB, IHSG sempat mencapai level tertinggi 5.405,88 atau menguat 0,33%. Sementara itu, level terendah tercatat di 5.387,61. Setelah pembukaan, indeks bergerak di kisaran 5.394,13 berdasarkan data dalam bahan berita.

Aktivitas transaksi pada awal perdagangan mencatat volume sebanyak 13,83 juta lot dengan nilai mencapai Rp322,92 miliar. Pergerakan IHSG masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan sentimen dan aktivitas transaksi sepanjang hari.

Wall Street dan Kebijakan Pemerintah Jadi Perhatian Investor

Dari pasar global, pelemahan tajam bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street menjadi salah satu sentimen yang dicermati investor pada perdagangan hari ini.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar memperhatikan sejumlah perkembangan kebijakan pemerintah, termasuk pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pengelolaan sumber daya alam dan rencana perampingan badan usaha milik negara (BUMN).

Rupiah Melemah ke Rp18.076 per Dolar AS, Ini Prediksi Analis

Kondisi industri perbankan juga menjadi perhatian. Pertumbuhan kredit yang disebut mencapai level tertinggi dalam satu dekade, perkiraan peningkatan penyaluran kredit baru menjelang akhir tahun, serta program pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap rekening perbankan menjadi sejumlah faktor yang dipantau pasar.

Selain itu, investor menantikan publikasi data uang beredar periode September 2026 dari Bank Indonesia (BI). Data tersebut menjadi perhatian setelah pertumbuhan uang beredar dilaporkan mengalami perlambatan selama dua bulan berturut-turut.

BEI Ubah Aturan Penghitungan IHSG Mulai 2 November 2026

Perubahan metodologi penghitungan IHSG oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menjadi perhatian pelaku pasar. Mulai 2 November 2026, saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi diperhitungkan dalam penghitungan indeks tersebut.

Mengacu pada informasi yang disampaikan dalam bahan berita, kebijakan ini bertujuan membuat IHSG lebih mencerminkan dinamika pasar saham. Sebelumnya, saham yang dikecualikan dari penghitungan IHSG hanya mencakup saham di Papan Akselerasi.

Perubahan metodologi tersebut menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan investor karena dapat memengaruhi komposisi saham yang diperhitungkan dalam indeks acuan pasar modal Indonesia.

Prabowo Target Kredit Kerakyatan Rp400 Triliun pada 2027, Ini Skemanya

Inflasi Jepang Naik Menjadi 2,1 Persen

Dari kawasan Asia, perkembangan inflasi Jepang turut menjadi perhatian pasar. Data Statistics Bureau of Japan yang dikutip dalam bahan berita menunjukkan inflasi tahunan Jepang meningkat menjadi 2,1% pada September 2026, dibandingkan 1,9% dalam dua bulan sebelumnya.

Angka tersebut menjadi tingkat inflasi tertinggi sejak Desember 2025. Sementara itu, inflasi inti Jepang, yang tidak memasukkan harga pangan segar tetapi tetap memperhitungkan energi, juga mencapai 2,1% secara tahunan.

Angka inflasi inti itu meningkat dari 1,7% pada Agustus dan menjadi yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir. Realisasi tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar.

Perkembangan inflasi Jepang menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai kondisi ekonomi regional dan arah kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ).

Dengan beragam sentimen dari dalam dan luar negeri, pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada respons investor terhadap perkembangan ekonomi, kebijakan pasar modal, serta dinamika bursa global.

Program Satu Orang Satu Rekening Sasar 25 Juta Warga, Anggaran Rp1,28 Triliun

(sps/sps)

× Advertisement
× Advertisement