
Jakarta, Indotrans.web.id || – Aplikasi “Reviu MBG” milik Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik setelah ramai dibahas di media sosial terkait anggaran pengembangan sistem teknologi informasi yang disebut mencapai Rp1,2 triliun.
Aplikasi tersebut digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk membantu proses pengawasan kualitas makanan yang diterima siswa di sekolah. Melalui sistem itu, guru maupun pengawas sekolah dapat memberikan penilaian secara langsung terkait rasa, kelayakan, hingga kondisi makanan saat diterima.
Polemik muncul setelah banyak warganet mempertanyakan besarnya anggaran yang dinilai tidak sebanding dengan fungsi aplikasi yang dianggap mirip formulir penilaian biasa. Kritik juga ramai membahas efektivitas sistem serta mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Menanggapi hal tersebut, BGN menjelaskan bahwa anggaran triliunan rupiah tersebut bukan hanya digunakan untuk satu aplikasi penilaian saja, melainkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang dikelola bersama Perum Peruri.
Sekitar Rp550 miliar disebut dialokasikan untuk pengembangan Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN), yakni sistem utama yang mengatur logistik, distribusi, hingga database ribuan dapur MBG di seluruh Indonesia. Sementara sekitar Rp199 miliar digunakan untuk infrastruktur jaringan dan perangkat Internet of Things (IoT) guna memantau operasional dapur secara real-time. Adapun sisa anggaran lainnya disebut disiapkan untuk pemeliharaan sistem serta pengembangan dapur digital nasional ke depannya. (LS)
Video Polemik anggaran aplikasi MBG memicu perhatian publik dan warganet.
