JAKARTA, indotrans.web.id – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026.
IHSG ditutup naik 282,28 poin atau 5,65% ke level 5.278,89. Kenaikan tersebut terjadi setelah pasar saham Indonesia mengalami tekanan dan koreksi tajam pada perdagangan beberapa hari sebelumnya.
Aktivitas transaksi juga berlangsung ramai. Total volume perdagangan saham mencapai sekitar 567,9 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp26,54 triliun.
Pada akhir perdagangan, sebanyak 670 saham menguat, sementara 99 saham melemah dan 30 saham lainnya bergerak stagnan.
Asing masih mencatatkan net sell
Meskipun IHSG mengalami penguatan besar, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell.
Berdasarkan data perdagangan, asing mencatatkan penjualan bersih sekitar:
- Rp2,21 triliun di seluruh pasar
- Rp2,13 triliun di pasar reguler
- Rp80,33 miliar di pasar negosiasi dan tunai
Namun, di tengah aksi jual tersebut, sejumlah saham tetap menjadi sasaran pembelian investor asing. Saham-saham itu mencatatkan net foreign buy terbesar sepanjang perdagangan Selasa.
10 saham yang paling banyak dibeli asing
Mengacu pada data Stockbit, berikut daftar saham dengan pembelian bersih asing terbesar:
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp254,95 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp98,49 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp34,40 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp32,59 miliar
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp27,69 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp25,57 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar Rp22,19 miliar
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar Rp19,75 miliar
- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebesar Rp14,14 miliar
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp14,02 miliar
TLKM menjadi saham yang paling banyak diborong
Dari daftar tersebut, saham TLKM mencatatkan nilai pembelian bersih asing paling besar, yaitu sekitar Rp254,95 miliar.
Posisi berikutnya ditempati oleh saham TPIA dengan net foreign buy sebesar Rp98,49 miliar. Sementara itu, saham GOTO, PTRO, dan DEWA juga masuk dalam daftar saham yang cukup banyak dikoleksi investor asing.
Meski demikian, data net foreign buy hanya menunjukkan aktivitas transaksi pada periode tertentu. Investor tetap perlu mempertimbangkan kinerja perusahaan, kondisi industri, laporan keuangan, serta risiko pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
(sps/sps)
