
Sukabumi, Indotrans.web.id|| – Nadya Putrinda Paramitha, siswi kelas 5 sekolah dasar asal Sukabumi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah gagal menyelesaikan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 akibat gangguan listrik dan jaringan internet saat ujian berlangsung.
Insiden tersebut terjadi ketika Nadya tengah mengerjakan soal OSN secara daring. Berdasarkan informasi yang beredar, pemadaman listrik dan gangguan jaringan terjadi tepat pada menit ke-32 saat ujian masih berlangsung.
Akibat pemadaman tersebut, perangkat yang digunakan untuk mengikuti ujian tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi semakin sulit karena jaringan internet di wilayah terdampak juga ikut terganggu sehingga akses melalui data seluler tidak dapat digunakan sebagai alternatif.
Pemadaman listrik dan gangguan jaringan dilaporkan berlangsung selama beberapa jam. Situasi itu membuat Nadya tidak dapat kembali mengakses sistem ujian hingga waktu pengerjaan berakhir.
Dalam video yang beredar di media sosial, Nadya tampak menangis setelah mengetahui dirinya tidak bisa melanjutkan ujian yang telah dipersiapkan sejak lama. Momen tersebut mengundang simpati dari banyak warganet yang menilai peserta tidak seharusnya dirugikan akibat kendala teknis di luar kendalinya.
Peristiwa ini memicu diskusi mengenai pentingnya kesiapan infrastruktur listrik dan jaringan internet dalam pelaksanaan kompetisi pendidikan berbasis digital. Banyak pihak berharap ada solusi dan kebijakan yang dapat mengakomodasi peserta yang terdampak gangguan teknis saat mengikuti ajang akademik tingkat nasional tersebut.
Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait tindak lanjut atau kebijakan khusus bagi peserta yang mengalami kendala akibat pemadaman listrik dan gangguan jaringan saat pelaksanaan OSN 2026. (LS)
