Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » Rekomendasi Saham Pekan Ini dan Proyeksi IHSG Akhir Oktober

Rekomendasi Saham Pekan Ini dan Proyeksi IHSG Akhir Oktober

Ilustrasi layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia terkait rekomendasi saham pekan ini.
Ilustrasi layar informasi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Analis memberikan sejumlah rekomendasi saham pekan ini di tengah bayang-bayang sentimen geopolitik dan arah suku bunga The Fed, Senin (26/10/2026).

JAKARTA, Indotrans.web.id — Sejumlah analis pasar modal merilis daftar rekomendasi saham pekan ini seiring proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan terakhir Oktober 2026. Setelah mencatatkan penguatan signifikan sepanjang pekan lalu, laju IHSG mulai Senin (26/10) diperkirakan bergerak bervariasi hingga terbatas akibat bayang-bayang sentimen geopolitik global, pelemahan nilai tukar rupiah, dan arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG cenderung menguat pada perdagangan Senin (26/10). Namun, ia mengingatkan bahwa pasar saham domestik masih menghadapi sejumlah tantangan dari luar maupun dalam negeri.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan laju IHSG selama sepekan ke depan akan bergerak terbatas. Menurut perhitungannya, indeks akan menguji rentang level support di 5.185 dan resistance di 5.563.

Sentimen Penggerak Pasar: Tensi AS-Iran hingga Suku Bunga The Fed

Dari sisi eksternal, Oktavianus menyoroti memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan eskalasi terhadap negara tersebut. Kondisi ini telah melambungkan harga minyak mentah dunia hingga menyentuh level US$103 per barel pada pekan lalu.

“Kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya tensi AS-Iran memberikan sinyal negatif terhadap inflasi yang diperkirakan tetap tinggi, sehingga bank sentral masih berpotensi bersikap hawkish. Di sisi lain, pelemahan rupiah dan arus dana keluar yang besar juga menjadi tekanan bagi pasar,” ujar Oktavianus.

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,06% Jelang Keputusan The Fed

Dari dalam negeri, depresiasi nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp18.089 per dolar AS turut memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi makro. Selain itu, pasar saham Indonesia mencatatkan arus dana keluar (capital outflow) mencapai Rp8 triliun di seluruh pasar sepanjang pekan lalu.

Pelaku pasar juga tengah menantikan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan terkait keputusan suku bunga acuan The Fed. Secara konsensus, The Fed diperkirakan masih mempertahankan suku bunga acuan di level 4 persen.

Meskipun demikian, sikap hawkish (ketat) bank sentral AS membuka peluang kenaikan Federal Funds Rate (FFR) setidaknya satu kali sepanjang 2026. Berdasarkan data CME FedWatch, terdapat probabilitas sebesar 68,8 persen bahwa FFR akan naik menjadi 4,25 persen pada Desember 2026, yang berpotensi direspons negatif oleh pasar.

Di luar faktor makroekonomi dan geopolitik, Herditya menambahkan bahwa investor domestik akan mencermati rilis laporan kinerja emiten perbankan. Pertumbuhan perbankan yang diperkirakan moderat diharapkan tetap mampu menopang pergerakan IHSG. Pasar juga memantau perkembangan kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap Indonesia serta kinerja lembaga penyelenggara mandiri (self-regulatory organization/SRO).

“Pergerakan IHSG sepekan ke depan diperkirakan terbatas. Pasar akan mencermati kinerja emiten perbankan, perkembangan MSCI terhadap Indonesia, serta hasil FOMC Meeting di tengah sikap The Fed yang masih cenderung hawkish,” kata Herditya.

Penyaluran KPR BTN Capai Rp552 Triliun di Kuartal III 2026

Daftar Rekomendasi Saham Pekan Ini dari Analis

Menyikapi dinamika pasar di pekan terakhir Oktober 2026, kedua analis memberikan sejumlah rekomendasi saham pekan ini berdasarkan analisis teknikal masing-masing untuk dicermati oleh investor:

1. Rekomendasi Kiwoom Sekuritas (Oktavianus Audi):

  • PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA): Saham SSIA ditutup menguat 1,92 persen ke posisi 1.330 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksikan SSIA berpotensi menguat menuju target harga 1.430 pada pekan ini.

  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA): Saham RAJA ditutup naik 4,60 persen ke level 500 pada pekan lalu. Saham ini diproyeksikan dapat menyentuh level 590 pada perdagangan pekan ini.

2. Rekomendasi MNC Sekuritas (Herditya Wicaksana):

Swasembada Pangan 8 Komoditas Tercapai di 2 Tahun Prabowo

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

  • PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL)

  • PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Kilas Balik Penguatan Kinerja Bursa Pekan Lalu

Sebelum memasuki pekan terakhir Oktober, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 19–23 Oktober 2026 ditutup pada zona positif. Pada penutupan perdagangan Jumat (23/10), IHSG menguat 51,35 poin atau 0,95 persen ke level 5.439, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,19 triliun dari 43,93 miliar saham yang diperdagangkan.

Selama sepekan kemarin, IHSG berhasil menguat dalam empat hari perdagangan dan membukukan kenaikan mingguan sebesar 4,90 persen. Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, menyampaikan bahwa sejumlah indikator perdagangan bursa mengalami pertumbuhan positif sepanjang periode tersebut.

Kapitalisasi pasar bursa tercatat naik 4,66 persen dari Rp9.157 triliun menjadi Rp9.583 triliun. Rata-rata nilai transaksi harian juga melonjak 25,42 persen dari Rp16,22 triliun menjadi Rp20,34 triliun. Sejalan dengan itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 13,80 persen dari 1,72 juta kali menjadi 1,95 juta kali transaksi.

Namun, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 9,39 persen dari 44,10 miliar menjadi 39,96 miliar lembar saham. Tekanan jual dari investor global juga masih berlanjut di pasar reguler.

“Dari sisi transaksi investor asing, pada Jumat (23/10), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp1,28 triliun. Secara kumulatif sepanjang 2026 hingga periode pelaporan, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp94,87 triliun,” jelas Elsierra dalam keterangan resminya, Jumat (23/10).

(sps/sps)

× Advertisement
× Advertisement