Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.085 per Dolar AS Pagi Ini

Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Rp18.085 per Dolar AS Pagi Ini

Ilustrasi uang kertas rupiah dan dolar AS terkait nilai tukar rupiah yang melemah ke Rp18.085.
Ilustrasi uang kertas rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.085 per dolar AS pada perdagangan Senin (26/10) pagi.

JAKARTA, Indotrans.web.id — Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp18.085 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10) pagi. Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda turun 5 poin atau terkoreksi tipis 0,03 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah pagi ini dibayangi oleh sentimen eksternal dan domestik. Analis mata uang DOO Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Menurut Lukman, salah satu pemicu utama tekanan terhadap rupiah adalah meningkatnya kekhawatiran pasar atas eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut kembali mendongkrak harga minyak mentah dunia hingga menembus level di atas US$100 per barel.

Seiring dengan berbagai faktor penekan tersebut, Lukman memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Negara Maju Bervariasi

Di kawasan Asia, pergerakan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS tercatat bervariasi pada Senin pagi. Sejumlah mata uang mengikuti jejak rupiah di zona merah. Pelemahan terdalam dialami peso Filipina yang terkoreksi 0,32 persen, disusul won Korea Selatan yang turun 0,07 persen. Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,02 persen dan dolar Singapura turun tipis 0,01 persen.

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,06% Jelang Keputusan The Fed

Sebaliknya, beberapa mata uang utama Asia berhasil mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang memimpin apresiasi dengan kenaikan 0,06 persen. Sementara itu, yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing menguat tipis sebesar 0,01 persen.

Tren pergerakan yang beragam juga terjadi pada kelompok mata uang negara maju. Mata uang kawasan Eropa tampil menguat terhadap dolar AS, dipimpin oleh euro yang naik 0,18 persen, franc Swiss yang terapresiasi 0,15 persen, serta poundsterling Inggris yang menguat 0,07 persen. Di sisi lain, dolar Australia tercatat melemah 0,10 persen dan dolar Kanada terkoreksi tipis 0,01 persen.

(sps/sps)

Penyaluran KPR BTN Capai Rp552 Triliun di Kuartal III 2026
× Advertisement
× Advertisement