Makassar. – Indotrans.web.id .//– Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan formulasi baru untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam penyediaan bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, formulasi tersebut disusun bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono. Saat ini BGN tengah melakukan penataan internal.
“Sekarang BGN selama dipimpin Pak Sudaryono sedang melakukan penataan internal, sekaligus nanti bersama-sama dengan kami dari Kementerian UMKM,” kata Maman di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah ingin memastikan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut berjalan maksimal dan tepat sasaran dengan melibatkan ekonomi kerakyatan.
“Kementerian UMKM sedang menyiapkan formulasi untuk mendorong partisipasi keterlibatan UMKM sebesar-besarnya,” tuturnya.
Maman mengklaim, hingga kini sudah lebih dari 68 ribu UMKM menjadi pemasok dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mulai dari bahan makanan, telur, hingga komoditas lainnya dari daerah masing-masing.
“Artinya sudah terakomodasi, tapi dari target 68 ribu itu kita memang menganggap masih perlu ditingkatkan agar partisipasi UMKM sebanyak-banyaknya bisa didapatkan. Ini sedang kita siapkan formulasinya,” ujarnya.
Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka wajib memberi perhatian besar terhadap ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta unit usaha atau sekitar 99,99 persen dari total unit usaha di Indonesia. Sektor ini menyerap sekitar 123 juta tenaga kerja atau 97 persen tenaga kerja nasional dan menjadi penopang utama dalam mengurangi angka pengangguran. ( Antara / IT. Anggi )
