Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » BEI Akan Keluarkan 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG

BEI Akan Keluarkan 80 Saham HSC dari Perhitungan IHSG

BEI akan mengeluarkan 80 saham kategori HSC dari perhitungan IHSG
Bursa Efek Indonesia menyiapkan kebijakan untuk mengeluarkan 80 saham kategori High Shareholding Concentration atau HSC dari perhitungan IHSG.

Jakarta, Indotrans.web.id – Bursa Efek Indonesia atau BEI berencana mengeluarkan saham-saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Berdasarkan catatan BEI, ada 80 saham yang masuk dalam kategori HSC. Nantinya, pergerakan harga saham-saham tersebut tidak lagi memengaruhi naik turunnya IHSG.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, kebijakan ini dibuat agar IHSG dapat memberikan gambaran yang lebih wajar mengenai kondisi pasar saham Indonesia.

Saham HSC tetap bisa diperdagangkan

Meski tidak lagi masuk dalam perhitungan IHSG, saham-saham kategori HSC tetap dapat diperdagangkan secara normal di Bursa Efek Indonesia.

Artinya, investor masih bisa membeli dan menjual saham tersebut. Hanya saja, perubahan harga sahamnya tidak akan memberikan pengaruh langsung terhadap pergerakan IHSG.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desak Kepolisian Evaluasi Anggotanya Yang Memegang Senjata Api dan Cegah Perundungan

Sebelumnya, saham dengan tingkat kepemilikan terkonsentrasi tinggi juga telah dikeluarkan dari beberapa indeks utama, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80.

Jeffrey menjelaskan, saham-saham dalam kategori HSC memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Karena itu, BEI menilai pengeluaran saham tersebut dapat membuat perhitungan indeks menjadi lebih mencerminkan kondisi pasar secara umum.

Bisa masuk kembali ke IHSG

Saham yang dikeluarkan dari perhitungan IHSG masih memiliki peluang untuk kembali menjadi konstituen indeks.

Syaratnya, saham tersebut harus keluar terlebih dahulu dari kategori HSC. Setelah memenuhi ketentuan yang ditetapkan BEI, saham tersebut dapat dipertimbangkan untuk masuk kembali dalam perhitungan IHSG.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu investor dalam membaca kondisi pasar dengan lebih mudah, terutama karena saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi dinilai memiliki risiko yang lebih tinggi.

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus BNPB, Sita Uang, Perhiasan, dan 3 Mobil

Daftar 80 saham kategori HSC

Berikut daftar saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) berdasarkan data yang disampaikan:

  1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
  2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)
  3. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
  4. PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
  5. PT Golden Flower Tbk (POLU)
  6. PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
  7. PT Bank Permata Tbk (BNLI)
  8. PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
  9. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
  10. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
  11. PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
  12. PT FAP Agri Tbk (FAPA)
  13. PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
  14. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
  15. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
  16. PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
  17. PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
  18. PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
  19. PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
  20. PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
  21. PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
  22. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
  23. PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
  24. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
  25. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
  26. PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
  27. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
  28. PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
  29. PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
  30. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
  31. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
  32. PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
  33. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
  34. PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)
  35. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG)
  36. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
  37. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
  38. PT Bank Mega Tbk (MEGA)
  39. PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
  40. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
  41. PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
  42. PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
  43. PT Siantar Top Tbk (STTP)
  44. PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)
  45. PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
  46. PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
  47. PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
  48. PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
  49. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  50. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
  51. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)
  52. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)
  53. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)
  54. PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP)
  55. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)
  56. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
  57. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)
  58. PT Steady Safe Tbk (SAFE)
  59. PT Charnic Capital Tbk (NICK)
  60. PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)
  61. PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)
  62. PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)
  63. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)
  64. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)
  65. PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT)
  66. PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA)
  67. PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS)
  68. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)
  69. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
  70. PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME)
  71. PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD)
  72. PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP)
  73. PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI)
  74. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)
  75. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT)
  76. PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI)
  77. PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA)
  78. PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY)
  79. PT Temas Tbk (TMAS)
  80. PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND)

Apa dampaknya bagi investor?

Bagi investor, perubahan ini berarti saham-saham HSC tetap dapat diperjualbelikan, tetapi tidak lagi menjadi bagian dari perhitungan IHSG selama masih berada dalam kategori tersebut.

Investor juga perlu memperhatikan risiko masing-masing saham, termasuk tingkat likuiditas, jumlah saham yang beredar di publik, dan konsentrasi kepemilikannya.

Dengan kebijakan ini, BEI berharap IHSG dapat menjadi indikator yang lebih wajar dalam menggambarkan pergerakan pasar saham Indonesia.

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Menunggu Keputusan Suku Bunga The Fed
× Advertisement
× Advertisement