Ekonomi Nasional
Beranda » Blog » IHSG Berbalik Naik Lebih dari 2% ke Level 5.129, Investor Soroti Buyback dan Reformasi Pasar Modal

IHSG Berbalik Naik Lebih dari 2% ke Level 5.129, Investor Soroti Buyback dan Reformasi Pasar Modal

Pergerakan IHSG menguat lebih dari 2 persen ke level 5.129
IHSG berbalik menguat setelah sempat melemah pada awal perdagangan.

Jakarta, Indotrans.web.id – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berbalik menguat tajam pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Setelah sempat dibuka melemah, indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut kemudian melesat lebih dari 2% dan menyentuh level tertinggi di 5.129 pada awal sesi perdagangan.

Saat pembukaan, IHSG sempat turun 0,33% ke posisi 4.980,16. Angka tersebut lebih rendah 16,45 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Namun, tekanan jual tidak bertahan lama karena indeks segera berbalik arah dan kembali menembus level 5.100.

Penguatan IHSG berlangsung di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap langkah pemerintah, regulator, Bursa Efek Indonesia, dan sejumlah emiten besar dalam merespons gejolak pasar modal.

Buyback saham menjadi sentimen positif

Salah satu faktor yang mendorong optimisme pasar adalah pengumuman aksi pembelian kembali saham atau buyback oleh sejumlah emiten besar.

Beberapa perusahaan yang terafiliasi dengan kelompok usaha besar menyiapkan dana buyback dengan nilai gabungan sekitar Rp4,5 triliun. Dari kelompok usaha Prajogo Pangestu, BRPT, TPIA, dan BREN masing-masing menyiapkan dana hingga Rp1 triliun. Sementara itu, CUAN mengalokasikan dana sekitar Rp500 miliar.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desak Kepolisian Evaluasi Anggotanya Yang Memegang Senjata Api dan Cegah Perundungan

TPIA juga menargetkan pembelian maksimal 800 juta saham atau sekitar 0,92% dari modal disetor. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026 hingga 19 Januari 2027, dengan kisaran harga pembelian antara Rp1.250 hingga Rp3.000 per saham.

Emiten lainnya, DSSA, menyiapkan dana buyback sebesar Rp1 triliun. Pelaksanaan buyback DSSA dijadwalkan berlangsung sejak 19 Oktober 2026 sampai 18 Januari 2027. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga kepercayaan investor dan mendukung harga saham agar mencerminkan kondisi fundamental perusahaan.

BEI siapkan kebijakan baru terkait transparansi

Selain aksi buyback, investor juga mencermati sejumlah langkah reformasi yang disiapkan Bursa Efek Indonesia setelah munculnya perhatian dari MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

BEI mengumumkan dua inisiatif baru. Pertama, informasi mengenai kepemilikan saham di atas 1% akan dilengkapi dengan keterangan mengenai hubungan afiliasi pemegang saham dengan perusahaan.

Kedua, seluruh saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration atau HSC akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. Waktu pemberlakuan kebijakan tersebut akan diumumkan lebih lanjut oleh BEI.

KPK Geledah 8 Lokasi Kasus BNPB, Sita Uang, Perhiasan, dan 3 Mobil

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebutkan bahwa saham-saham yang masuk dalam daftar HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Meski tidak lagi masuk dalam perhitungan indeks, saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan di bursa.

Saham yang keluar dari daftar HSC juga berpeluang kembali masuk dalam perhitungan IHSG apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

MSCI masih menyoroti transparansi pasar

MSCI sebelumnya menyoroti sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia, termasuk transparansi kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan yang dilakukan secara terkoordinasi.

Konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dijadwalkan berlangsung hingga April 2027. Keputusan final mengenai status tersebut paling lambat disampaikan pada 30 Juni 2027.

Kekhawatiran terkait isu tersebut sebelumnya ikut menekan IHSG. Dalam tiga hari perdagangan terakhir, indeks tercatat mengalami penurunan sekitar 946 poin atau 15,93%.

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Menunggu Keputusan Suku Bunga The Fed

Pelaku pasar kini menunggu bukti konkret mengenai penguatan transparansi, peningkatan free float, serta penegakan aturan yang konsisten di pasar modal Indonesia.

Danantara siap menambah kepemilikan saham BUMN

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa Danantara terbuka untuk menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Dony menghadiri pertemuan di Istana. Menurutnya, pelemahan IHSG merupakan bagian dari dinamika pasar, sementara rencana demutualisasi BEI menjadi salah satu bagian dari proses transformasi pasar modal Indonesia.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto meminta regulator bertindak lebih tegas terhadap pelanggaran di pasar modal. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah praktik coordinated trading yang dapat menyebabkan pergerakan harga saham tidak wajar.

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan akan melanjutkan reformasi untuk meningkatkan transparansi, likuiditas, dan efektivitas penegakan hukum di pasar modal.

Aktivitas perdagangan IHSG

Pada perdagangan tersebut, total volume transaksi tercatat sekitar 2,20 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp1,04 triliun. Transaksi tersebut berlangsung sebanyak 40.383 kali.

Sebanyak 336 saham tercatat mengalami penurunan, 205 saham bergerak stagnan, sedangkan 130 saham lainnya menguat.

Jumlah investor ritel domestik yang telah mencapai 32,7 juta Single Investor Identification atau SID membuat perkembangan reformasi pasar modal semakin menjadi perhatian publik.

Investor akan terus memantau kebijakan BEI, OJK, pemerintah, Danantara, serta perkembangan pembahasan MSCI sebelum keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar saham Indonesia pada 2027.

× Advertisement
× Advertisement