
MEDAN, Indotrans.Web.id || – Anggota DPR RI Komisi XII dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Ade Jona Prasetyo, S.H., M.H., M.M., menggelar kegiatan reses di Sekolah YAPIM, Jalan Air Bersih, Kecamatan Medan Kota, Kamis (6/8/2026).
Ratusan warga hadir dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Aspirasi yang disampaikan mencakup layanan kesehatan dan BPJS, program Makan Bergizi Gratis (MBG), biaya pendidikan, Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga persoalan lapangan kerja bagi generasi muda.
Turut hadir Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Gerindra Fauzi, S.H., Sekretaris Camat Medan Kota Endang Wastiani, Lurah Said Hamadi, Ketua Karang Taruna Kota Medan Yopie H.I. Batubara, Ustad Tanjung, serta sejumlah tokoh masyarakat dan elemen kepemudaan.
Warga Diminta Aktif Sampaikan Aspirasi
Sekretaris Camat Medan Kota, Endang Wastiani, menyambut baik pelaksanaan reses tersebut. Menurutnya, forum seperti ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan kepada wakil rakyat.
Ia mengajak warga menyampaikan keluhan secara terbuka agar dapat menjadi bahan perhatian dan ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun lembaga terkait.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Medan, Yopie H.I. Batubara, menyampaikan komitmen untuk membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam memperoleh layanan kesehatan.
Ia juga mengingatkan warga mengenai fasilitas ambulans yang dapat dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan transportasi menuju fasilitas kesehatan, serta pentingnya perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Ade Jona Catat Keluhan soal Kualitas MBG
Salah satu aspirasi yang mendapat perhatian adalah keluhan mengenai kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seorang warga mengaku makanan yang diterima anak sekolah dinilai kurang sesuai dari sisi rasa dan menu. Ia bahkan menyampaikan pengalaman terkait pemberian MBG di salah satu sekolah di Medan.
Mendengar keluhan tersebut, Ade Jona meminta stafnya mencatat laporan warga untuk menjadi bahan evaluasi.
“Kasih tahu MBG yang tidak enak, agar saya usulkan tidak dipakai lagi. Tolong staf saya mencatat keluhan ibu ini,” ujar Ade Jona.
Persoalan SPP SMA dan SMK Turut Disorot
Tokoh masyarakat Medan Kota, Ir. Marisal R. Purba, turut menyampaikan persoalan biaya pendidikan tingkat SMA dan SMK negeri.
Ia berharap pemerintah dapat mengevaluasi pungutan SPP di sekolah negeri dan memberikan kebijakan yang meringankan beban masyarakat. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan adanya pembayaran bulanan di sejumlah sekolah yang menurutnya masih menjadi keluhan warga.
Menanggapi hal itu, Ade Jona langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Alexander Sinulingga untuk meminta penjelasan dan memastikan informasi yang disampaikan masyarakat.
Warga Pertanyakan Data Penerima KIP
Selain SPP, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Warga mempertanyakan ketepatan data penerima bantuan pendidikan. Mereka berharap keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh bantuan, sementara data penerima yang dinilai sudah tidak sesuai kondisi ekonomi dapat diperbarui.
Persoalan data tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Ade Jona Respons Keluhan Anak Muda soal Pekerjaan
Persoalan lapangan kerja juga menjadi perhatian dalam sesi dialog. Seorang pemuda lulusan SMK mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan.
Ade Jona kemudian menanyakan latar belakang pendidikan pemuda tersebut. Setelah mengetahui dirinya lulusan SMK, Ade Jona memberikan respons spontan.
“Buat lamaranmu besok. Kerja ke pabrik saya.”
Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan respons positif dari masyarakat yang hadir.
Warga Sakit Dibantu Tim
Di tengah kegiatan, Ade Jona juga mendapat informasi mengenai seorang warga yang sedang sakit. Ia kemudian meminta timnya membantu membawa warga tersebut ke rumah sakit agar segera mendapatkan penanganan.
Ade Jona juga meminta masyarakat menyimpan kontak timnya sebagai jalur komunikasi apabila mengalami kendala pelayanan kesehatan, termasuk persoalan pelayanan di rumah sakit.
Reses Ditutup dengan Bantuan
Ade Jona menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota DPR RI untuk turun langsung dan mendengarkan persoalan masyarakat.
Ia menyebut kader Gerindra harus hadir di tengah masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi warga, serta berupaya memperjuangkan aspirasi tersebut sesuai kewenangan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pemberian bantuan kepada masyarakat berupa beras 5 kilogram, uang tali asih, dan nasi kotak.
Berbagai aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut menjadi catatan, mulai dari kualitas MBG, biaya pendidikan, KIP, layanan BPJS, hingga lapangan kerja. Masyarakat berharap persoalan yang disampaikan tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
MR. Poerba
