
Jakarta, Indotrans.web.id || – Dibalik keluhan masyarakat tentang system Coretax yang banyak bermasallah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa target pendapatan negara tahun ini berpeluang terpenuhi , karena beberapa bulan terakhir ini penerimaan pajak dan kepabeanan kita mulai bergerak positif.
“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya , dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau AI akan mendorong peningkatkan efisiensi pengawasan ,sehingga optimalisasi penerimaan negara semakin membaik .
Dalam APBN 2026, pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.153,6 triliun. Hingga April 2026, realisasi penerimaan sudah mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat defisit APBN per akhir Maret 2026 berada di angka Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Defisit itu terjadi akibat pendapatan negara baru mencapai Rp574,9 triliun, sementara belanja negara sudah menyentuh angka Rp815 triliun
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi fiskal masih cukup terkendali. Purbaya menegaskan kinerja APBN tetap ekspansif, terutama setelah penerimaan sektor kepabeanan mulai mencatat pertumbuhan positif pada April 2026
Kendatipun system Coretax masih di keluhkan para wajib pajak, namun pemerintah berpendapat sistem tersebut mulai membantu dan memperkuat pengumpulan pajak secara lebih otomatis dan akurat
“Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak diprotes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan sudah sedikit,” kata Purbaya
Ia menambahkan, sistem itu membuat proses perhitungan pajak berjalan lebih otomatis sehingga celah penghindaran pajak menjadi semakin kecil.
“Dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” katanya
( LS)
