Lima Keterampilan ini untuk Hadapi Dunia Kerja Kata Najwa Shihab

 Photo/ Ket : Nazwa Shihab  Bersama Mahasiswa  USU

Medan , Indotrans.web.id || – Ditengah persaingan dunia kerja yang semakin kompleks , Ijazah tidak lagi menjadi jaminan dan ukuran untuk mudah mendapatkan pekerjaan, kata Pendiri Narasi Najwa Shihab dalam kegiatan Kompetisi Gagasan Sosial Inovatif (KGSI) 2026 di Kampus Universitas Sumatera Utara, Medan, Rabu (13/5/2026). dalam Acara  Tema yang mengusung   “Passion in Action”

Disebutkannya, generasi muda perlu mempersiapkan keterampilan sejak masih berada di bangku kuliah, agar siap bersaing dan berkontribusi di dunia kerja, dan menurutnya, bahwa   setidaknya mahasiswa perlu memiliki lima keterampilan utama agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga unggul di dunia kerja saat ini.

Keterampilan pertama, adalah kemampuan berpikir kritis, apalagi  disaat  berkembangnya kecerdasan buatan atau AI yang memudahkan orang memperoleh jawaban secara cepat.“Yang diperlukan sekarang bukan mencari jawaban, tapi mempertanyakan jawaban. Memverifikasi, mengecek ulang, dan memberi konteks,, . sebab banjir informasi di media digital membuat banyak orang merasa memahami persoalan hanya dari potongan video singkat tanpa mampu membedakan fakta, opini, maupun prasangka

Keterampilan kedua adalah komunikasi, sebab menurutnya, banyak orang memiliki pengetahuan luas, namun tidak mampu menyampaikan gagasan dengan baik, padahal kemampuan meyakinkan orang atas sebuah ide sama pentingnya dengan ide itu sendiri, terutama di era yang menuntut penyampaian pesan secara singkat dan efektif.

Keterampilan ketiga adalah kemampuan untuk beradaptasi di tengah ketidakpastian, disebabkan  pola lama pendidikan hingga karier kini tidak lagi sepenuhnya relevan karena perubahan teknologi berlangsung sangat cepat, sehingga Mahasiswa pencari kerja , harus memiliki ketekunan dan kemauan untuk terus belajar hal-hal baru, bukan hanya menguasai keterampilan teknis tertentu.

“Baru kuasai satu aplikasi sekarang, eh besoknya muncul lagi aplikasi baru. Jadi bukan kemampuan teknisnya, tapi semangat dan kesabaran ketekunan untuk terus-menerus mau belajar hal yang baru, dan pentingnya literasi digital, sebab generasi muda perlu memahami bagaimana teknologi dan algoritma bekerja agar tidak mudah dipengaruhi arus informasi  yang negative ” ungkapnya .

Dicontohkannya bagaimana platform digital terus menyajikan konten – konten tertentu yang hanya kebiasaan pengguna, padahal masyarakat juga perlu disadarkan terkait cara kerja teknologi tersebut.

Keterampilan kelima adalah kemampuan berkolaborasi lintas disiplin ilmu.. sehingga, persoalan saat ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu bidang keahlian, contohnya .“Anak teknik harus tahu bagaimana cara berkomunikasi, anak komunikasi harus paham data, anak hukum harus tahu teknologi. Tidak pernah ada satu masalah yang bisa diselesaikan oleh satu ilmu saja,” tandas Nazwa.

Menurutnya generasi muda agar tidak hanya mengandalkan selembar ijazah, tetapi aktif membangun keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan zaman, karena kemampuan berkolaborasi itu adalah kemampuan super penting , sebab skill sangat dibutuhkan, dan . Selembar ijazah tidak akan menjamin apa-apa. Kita harus mengusahakan skill-skill yang lain,” ucapnya. ( Leni SM)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights