
BANTEN, Indotrans.web.id ||- Sejumlah jemaat Gereja Orthodox Indonesia menyampaikan kekecewaan terkait dugaan perilaku tidak pantas yang mereka kaitkan dengan seorang Romo berinisial DB. Mereka meminta agar dugaan tersebut dapat ditelusuri dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah pihak mengaku pernah mengalami tindakan yang dinilai tidak pantas. Salah seorang yang mengaku sebagai korban berinisial SBG membenarkan adanya pengalaman tersebut ketika dikonfirmasi pada Rabu (2/9/2026) melalui WhatsApp.
Menurut SBG, aktivitas memijat pada awalnya dianggap sebagai rutinitas karena dirinya diminta membantu memijat. Ia mengatakan tidak pernah ada pembicaraan atau kesepakatan mengenai layanan lain di luar aktivitas tersebut.
SBG mengaku dirinya kemudian lebih sering dipanggil untuk melakukan pijat dan kegiatan tersebut biasanya berlangsung di kamar Romo DB. Ia juga menyebut bahwa sebelumnya terdapat anak-anak lain di padepokan yang pernah diminta melakukan hal serupa.
Dalam keterangannya, SBG mengaku pernah mengalami kejadian yang membuatnya terkejut ketika sedang melakukan pijat. Ia menuturkan bahwa saat itu Romo DB disebut menonton tayangan romantis sesama pria dan melakukan sentuhan fisik yang menurutnya tidak pantas.
Selain pengakuan SBG, seorang sumber juga menyebut terdapat dugaan laporan mengenai pelecehan seksual yang pernah disampaikan kepada Polsek Banjarsari, Polres Surakarta, pada sekitar tahun 2000-an. Namun, informasi mengenai laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sumber yang sama mengklaim terdapat pihak lain yang pernah menjadi korban maupun saksi dan bersedia memberikan keterangan apabila perkara tersebut dilaporkan secara resmi kepada kepolisian.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi mengenai tuduhan tersebut, Romo DB membantah pernah melakukan pelecehan terhadap SBG. Ia juga menyatakan bahwa SBG bukan merupakan jemaatnya.
“Dia pernah saya tolong, lalu dia membuat fitnah terhadap saya. Saya, Romo Episkop Daniel dengan ini menyatakan sebenar-benarnya bahwa SBG tidak pernah saya lecehkan dalam bentuk fisik maupun verbal,” tulis Romo DB melalui WhatsApp.
Romo DB kemudian meminta pihak yang merasa menjadi korban untuk melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian.
“Jika pihak yang bersangkutan tetap bersikeras, silakan lapor polisi, bukan ke media,” tulisnya.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan laporan maupun perkembangan hukum terkait tuduhan tersebut. Karena itu, dugaan pelecehan yang disampaikan sejumlah pihak masih memerlukan pembuktian dan penanganan melalui proses hukum yang berlaku.
– Rut Yohanes
