Jakarta, Indotrans.web.id – Pemerintah menyiapkan program diskon tiket pesawat dan kapal sebesar 30% untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Selain potongan harga transportasi, pemerintah juga menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) untuk perjalanan udara domestik serta memberikan potongan tarif jasa kepelabuhanan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus transportasi tersebut telah disepakati dan menjadi bagian dari paket kebijakan pemerintah pada kuartal IV 2026.
Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (21/10/2026), Airlangga menjelaskan bahwa potongan harga juga diberikan untuk layanan kepelabuhanan melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Menurut Airlangga, program diskon tiket pesawat dan kapal diperkirakan menjangkau 6,6 juta orang dengan anggaran sekitar Rp883,4 miliar. Ia menyebut kebijakan tersebut sebenarnya telah disetujui sejak pertengahan 2026.
Usai sidang kabinet, Airlangga kembali menegaskan bahwa sejumlah stimulus pemerintah akan berjalan hingga akhir tahun, termasuk bantuan pangan, bantuan subsidi upah, dan diskon Nataru.
Ia menyampaikan bahwa anggaran untuk program diskon Natal dan Tahun Baru secara keseluruhan mencapai sekitar Rp31,8 triliun. Namun, rincian komponen anggaran tersebut perlu dilihat berdasarkan masing-masing program yang tercakup di dalamnya.
Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan untuk 33,24 Juta Keluarga
Selain stimulus transportasi, pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan untuk menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV 2026.
Salah satunya adalah bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program tersebut memiliki anggaran sebesar Rp17,54 triliun.
Pemerintah juga merencanakan penyaluran bantuan subsidi upah sebesar Rp300 ribu untuk tiga bulan sekaligus pada November–Desember 2026. Bantuan ini ditujukan kepada 13,3 juta pekerja dengan alokasi anggaran Rp11,97 triliun.
Selain itu, terdapat program pembukaan rekening dengan anggaran Rp1,28 triliun yang disiapkan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah Rencanakan Sejumlah Program untuk 2027
Airlangga juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program yang diharapkan mulai berjalan pada Januari 2027.
Program tersebut meliputi kelanjutan magang nasional bagi 150 ribu peserta dan program vokasi nasional yang ditargetkan menjangkau 300 ribu peserta.
Di bidang perpajakan, pemerintah merencanakan pemberian insentif pajak penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah bagi pekerja dengan gaji maksimal Rp10 juta di seluruh sektor.
Pemerintah juga akan mengevaluasi batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP), yang dalam bahan keterangan tersebut disebut sebesar Rp54 juta. Evaluasi akan mempertimbangkan perkembangan inflasi dan upah minimum.
Stimulus lainnya mencakup kelanjutan fasilitas PPN ditanggung pemerintah untuk pembelian rumah dengan harga di atas Rp2 miliar hingga maksimal Rp5 miliar.
Pemerintah turut merencanakan relaksasi iuran jaminan kehilangan pekerjaan dan jaminan kematian, tambahan manfaat jaminan kerja, serta program KPR bersubsidi dan MBT.
Di sektor perhiasan, pemerintah juga berencana menyesuaikan standar kadar emas dari 99,99% menjadi 99,9%. Airlangga menyebut penyesuaian tersebut mengikuti standar industri.
Berbagai program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kebijakan pemerintah yang direncanakan untuk mendukung aktivitas ekonomi hingga akhir 2026 dan memasuki 2027.
(sps/sps)
