Jakarta, Indotrans.web.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026. Capaian tersebut meningkat 20,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didukung pertumbuhan kredit, peningkatan transaksi digital, serta produktivitas bisnis.
Selain memperkuat bisnis perbankan, Bank Mandiri juga mengembangkan layanan investasi emas melalui bisnis bullion. Perseroan menyatakan tetap menjaga penghimpunan dana, pengelolaan risiko, dan kualitas aset untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026, atau tumbuh 16% secara tahunan (year on year/YoY).
Pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.750,2 triliun, meningkat 17,7% YoY. Sementara itu, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.404,1 triliun, tumbuh 20,1% dibandingkan September tahun sebelumnya.
Kredit Korporasi Tumbuh 22 Persen
Bank Mandiri memperluas pembiayaan melalui pendekatan berbasis ekosistem yang menghubungkan perusahaan, pelaku usaha, dan nasabah individu. Strategi ini diarahkan untuk mendukung berbagai sektor perekonomian, termasuk pemerintah, BUMN, usaha produktif, dan UMKM.
Per September 2026, kredit korporasi Bank Mandiri mencapai Rp700 triliun, tumbuh 22% YoY. Sementara itu, kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen usaha kecil dan menengah (SME), mikro, serta konsumer tercatat Rp174 triliun, meningkat 9% secara tahunan.
Direktur Operations Bank Mandiri, Timothy Utama, menjelaskan bahwa integrasi layanan transaksi dan pembiayaan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah di berbagai segmen bisnis.
Pada segmen mikro, kredit non-subsidi mencapai Rp31,2 triliun per September 2026, tumbuh 12,9% YoY. Pembiayaan tersebut telah menjangkau 37 provinsi.
Secara bank only, pertumbuhan kredit di Bali dan Nusa Tenggara mencapai 10,3% YoY. Di wilayah Jawa dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pertumbuhan tercatat 5,97%, sedangkan Sumatera mencapai 5,09%.
Keluhan Nasabah Turun 74 Persen
Bank Mandiri juga menjalankan transformasi layanan yang mencakup kantor cabang, pusat layanan pelanggan (contact center), dan kanal digital. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengalaman nasabah dalam menggunakan layanan perbankan.
Hingga September 2026, jumlah keluhan nasabah dilaporkan turun 74% dibandingkan Juli 2025. Perseroan juga menyebut waktu tunggu antrean di kantor cabang semakin singkat dan proses penilaian agunan untuk pembiayaan hampir seluruhnya dapat diselesaikan dalam dua hari kerja.
Salah satu layanan yang dikembangkan adalah Livin’ Call, yaitu layanan pusat bantuan yang dapat diakses melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Menurut Timothy, layanan tersebut memungkinkan nasabah terhubung dengan petugas dalam hitungan detik tanpa menggunakan pulsa atau membayar biaya telepon.
Atas upaya peningkatan pengalaman nasabah, Bank Mandiri meraih predikat Grand Champion dan Financial Services Champion dalam Indonesia CX100 Awards 2026. Perseroan juga menerima sejumlah penghargaan lain sepanjang tahun ini, termasuk Asia’s Best SME Banking Ecosystem dalam Euromoney Awards for Excellence 2026 dan Best Sustainable Bank dalam FinanceAsia Awards 2026.
Bank Mandiri Perluas Layanan Investasi Emas
Di luar layanan perbankan konvensional, Bank Mandiri memperluas bisnis bullion atau layanan terkait emas. Perseroan menawarkan Tabungan Emas, fasilitas cicilan pembelian emas melalui KSM Emas, serta pilihan pengambilan emas fisik.
Melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, nasabah dapat membuka Tabungan Emas dengan pembelian awal mulai dari 0,02 gram. Transaksi pembelian selanjutnya dapat dilakukan mulai dari 0,005 gram, sedangkan penjualan emas dimulai dari 0,01 gram. Layanan tersebut disebut dapat diakses selama 24 jam secara real-time.
Untuk kebutuhan emas fisik, nasabah dapat memilih pengambilan melalui 28 ATM Emas dan 458 kantor cabang yang tersedia dalam layanan Livin’. Pilihan produk emas yang disebutkan dalam keterangan perusahaan mencakup ANTAM LM dan HRTA GOLD.
Direktur Information Technology Bank Mandiri, Sunarto Xie, menyatakan bahwa pengembangan bisnis bullion bertujuan mengintegrasikan layanan menabung emas, pembelian emas dengan cicilan, dan pengambilan emas fisik sesuai kebutuhan finansial nasabah.
Livin’ Catat 4,18 Miliar Transaksi
Penggunaan layanan digital turut menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Hingga September 2026, Livin’ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar.
Sepanjang Januari hingga September 2026, aplikasi tersebut mencatat 4,18 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.863 triliun. Jumlah transaksi meningkat 22% YoY, sedangkan nilai transaksi tumbuh 20%.
Bank Mandiri mengembangkan Livin’ dengan mengintegrasikan kebutuhan menabung, transaksi, pembiayaan, investasi, dan layanan gaya hidup. Sejumlah fitur yang diperkenalkan meliputi QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.
Sementara itu, platform digital untuk nasabah bisnis, Kopra by Mandiri, memiliki 406 ribu pengguna terdaftar. Nilai transaksi platform tersebut selama Januari–September 2026 mencapai Rp22.801 triliun, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk meningkatkan kemudahan akses, Bank Mandiri menghadirkan Kopra Mobile yang memungkinkan nasabah bisnis memantau saldo, menjalankan transaksi, dan memberikan otorisasi pembayaran melalui perangkat seluler. Layanan ini juga dilengkapi proses pendaftaran melalui verifikasi biometrik pengenalan wajah serta integrasi Mobile Token.
Pendapatan Bunga Tumbuh 7,08 Persen
Pertumbuhan kredit dan aktivitas transaksi turut mendukung pendapatan Bank Mandiri. Hingga September 2026, pendapatan bunga tercatat sebesar Rp97,3 triliun, meningkat 7,08% YoY.
Adapun pendapatan nonbunga mencapai Rp29,4 triliun, tumbuh 13,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi imbal hasil kepada pemegang saham, Bank Mandiri menyatakan telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun sepanjang 2026, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
Manajemen menyebut pembagian dividen tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kekuatan permodalan, dan imbal hasil bagi investor.
Dengan pertumbuhan kredit, peningkatan transaksi digital, dan pengembangan layanan investasi emas, Bank Mandiri melanjutkan strategi untuk memperluas layanan sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
(sps/sps)
