269 Siswa di Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Alami Gatal hingga Sesak Napas

ket/foto : Sejumlah siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mendapat penanganan medis setelah diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026)

Karo, Indotrans.web.id ||  – Ratusan siswa di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026). Berdasarkan data sementara hingga Kamis sore, 269 siswa tingkat SMA dan SMK dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka berasal dari tiga sekolah, yakni 204 siswa SMAN 1 Berastagi, 25 siswa SMA Swasta Bersama, dan 40 siswa SMK Swasta Bersama.

Selain tiga sekolah tersebut, dugaan kejadian serupa juga dilaporkan dialami siswa dari SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama. Namun, jumlah siswa SMP yang terdampak masih dalam proses pendataan.

Gejala yang dialami para siswa antara lain gatal pada mulut dan kulit hingga sesak napas. Sebagian siswa mengalami keluhan ringan, sementara beberapa lainnya harus mendapat penanganan medis karena mengalami sesak.

Para siswa kemudian dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Berastagi dan Kabanjahe. Penanganan dilakukan secara bertahap karena jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup banyak.

Diduga Setelah Menyantap Menu MBG

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara Wilayah IV, Zulkarnain Barus, mengatakan dugaan sementara mengarah pada makanan MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian.

Menu yang diberikan diketahui terdiri dari sayur kol, wortel, serta gulai ikan dencis. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Perkiraan sementara itu dari ikan dencis,” kata Zulkarnain, sebagaimana dikutip detikSumut.

Pihak terkait masih melakukan pendataan dan pemeriksaan untuk memastikan penyebab munculnya gejala pada para siswa. Karena itu, penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan dugaan awal.

Makanan Berasal dari Satu SPPG

Informasi sementara menyebut makanan MBG yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Kodim. Dugaan kejadian pada dua sekolah tingkat SMP juga disebut berkaitan dengan dapur SPPG yang sama.

Sementara itu, Kepala BGN wilayah Sumatera Utara Agung T. Kurniawan menyatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan masih melakukan pengecekan.

Hingga kini, proses penanganan siswa serta pendataan masih berlangsung. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan sumber masalah dan apakah terdapat keterkaitan langsung antara makanan MBG dengan gejala yang dialami para siswa.

Catatan: Jumlah siswa terdampak masih dapat berubah karena proses pendataan terhadap siswa SMA/SMK dan SMP masih berlangsung. Penyebab pasti kejadian juga masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.

LS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights