Seleksi Paskibraka Sulsel 2026 Jadi Sorotan, Cathlyn Yvaine Lesmana Diduga Tersingkir karena Tidak Menguasai Bahasa Daerah

Ket\Foto: Seleksi Paskibraka Sulawesi Selatan 2026 menuai perhatian publik setelah siswi asal Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana dikabarkan tersingkir walaupun menempati posisi tiga besar.

Makassar, Indotrans.web.id || – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026 menjadi perbincangan publik setelah muncul dugaan ketidaktransparanan dalam penentuan peserta terbaik. Nama siswi asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, yang sebelumnya disebut masuk jajaran tiga besar seleksi, dikabarkan tersingkir dan digantikan peserta lain asal Jeneponto. Keputusan tersebut menuai sorotan karena peserta pengganti disebut tidak masuk 10 besar pada tahap penilaian awal.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar, Muhammad Fahmi, menilai ada sejumlah kejanggalan dalam proses seleksi tahun ini. Ia menyoroti sistem penilaian yang disebut dilakukan secara tertutup, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung terbuka di GOR Sudiang.

“Tahun sebelumnya penilaian terbuka, tapi kali ini pengumuman dilakukan tertutup dan ada dua tahap penilaian,” ujar Fahmi kepada wartawan.

Selain itu, Fahmi juga mempertanyakan adanya tes kemampuan bahasa daerah yang diduga menjadi salah satu faktor gugurnya Cathlyn. Menurutnya, Cathlyn justru memiliki kemampuan bahasa yang baik karena fasih berbahasa Inggris dan Mandarin.

“Masa kalah karena tidak bisa bahasa daerah? Padahal tidak ada aturan baris-berbaris menggunakan bahasa daerah, bahkan di tingkat pusat memakai bahasa Indonesia,” katanya.

Fahmi menyebut nilai Cathlyn selama seleksi disebut hampir sempurna dan secara peringkat berada di posisi atas. Karena itu, publik mempertanyakan bagaimana peserta yang berada di luar 10 besar bisa naik menggantikan posisi tiga besar.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membantah adanya praktik titipan maupun diskriminasi dalam proses seleksi tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel, Bustanul Arifin, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah berjalan objektif, profesional, dan sesuai ketentuan.

Dalam keterangan tertulis pada 25 Mei 2026, Bustanul memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan. (LS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights