Hari Kedua Pendudukan Lahan di Silomlom: Massa Kelompok Tani Capai 200 Orang, Pertahankan Gubuk dan Tantang PT Padasa Enam Utama Tunjukkan HGU; Kanit Intel Polsek Turun Kendalikan Situasi

Photo: Masyarakat Petani Desa Silomlom  Kab Asahan Tuntut  PT Padasa Enam Utama Tunjukkan bukti bukti Kepemilikan Lahannya 

ASAHAN – Indotrans.web.id || – Rabu (13/5/2026) – Persengketaan lahan yang melibatkan kelompok tani masyarakat dan pihak perusahaan memasuki hari kedua dengan ketegangan yang kian meningkat. Kejadian ini berlangsung di Dusun 1, Desa Silomlom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Pada hari kedua ini, jumlah massa kelompok tani tercatat melonjak jauh lebih besar dibanding hari sebelumnya, diperkirakan mencapai sekitar 200 orang. Mereka berkumpul secara bersatu dengan tekad yang kuat untuk mempertahankan gubuk tempat berkumpul dan beraktivitas kelompok tersebut.
Meningkatnya jumlah massa ini didasari kabar bahwa pihak perusahaan yang menggarap lahan tersebut menurunkan sekitar 60 orang anggotanya ke lokasi dengan rencana untuk merobohkan gubuk kelompok tani itu. Hingga saat ini, pihak PT Padasa Enam Utama belum memberikan keterangan resmi maupun pernyataan apapun terkait dasar hukum atau alasannya mengambil langkah tersebut.
Menghadapi rencana itu, para anggota kelompok tani bersiaga ketat mengelilingi bangunan gubuk. Secara lantang dan tegas, mereka menantang pihak perusahaan untuk segera menunjukkan bukti kepemilikan yang sah berupa Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) atas lahan yang disengketakan itu.
“Gubuk ini adalah tempat kami berkumpul dan mengurus kepentingan pertanian warga. Kalau PT Padasa Enam Utama merasa berhak atas tanah ini, tunjukkan saja HGU-nya di hadapan kami semua. Jangan cuma mengerahkan orang untuk merusak tempat kami tanpa bukti hukum yang jelas,” ujar Beriman Manik salah satu juru bicara atau Ketua kelompok tani di hadapan massa.
Melihat situasi yang sudah berada di ambang bentrokan, Kepala Unit Intelijen (Kanit Intel) beserta jajaran anggota Kepolisian Sektor Simpang Empat turun langsung ke lokasi guna mengamankan suasana. Kehadiran aparat ini bertujuan mencegah terjadinya kontak fisik antara kedua kubu yang berpotensi menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan harta benda.
Kanit Intel Polsek Simpang Empat yang memimpin pengamanan menyampaikan imbauan kepada kedua pihak agar tetap menahan diri. “Kami turun ke lapangan khususnya untuk menjaga ketertiban dan mencegah bentrokan. Kami minta kedua belah pihak tidak bertindak anarkis. Masalah ini harus diselesaikan melalui jalur musyawarah dan hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi masih dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. Meskipun sempat terjadi saling teriak dan ketegangan emosional, sejauh ini belum terjadi bentrokan fisik. Pihak kepolisian terus berada di lokasi untuk memantau perkembangan dan berupaya menjembatani penyelesaian yang damai ( Tiara Aritonang )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights