Viral! Jawaban Sama Tapi Nilai Berbeda di Cerdas Cermat 4 Pilar MPR, Peserta Protes ke Dewan Juri

Ket/Foto : Penilaian juri dalam Lomba 4 Pilar MPR di Pontianak menuai kontroversi dan viral di media sosial

Pontianak, Indotrans.web.id. || – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan ketidakkonsistenan penilaian dari dewan juri. Situasi tersebut memicu protes dari pihak peserta karena jawaban yang dianggap sama justru memperoleh hasil penilaian berbeda.

Insiden bermula ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, mendapat pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh presiden,” ujar Josepha.

Setelah jawaban disampaikan, juri bernama Dyastasita Widya Budi menyatakan jawaban tersebut tidak tepat sehingga tim SMAN 1 Pontianak menerima pengurangan poin.

Tidak lama berselang, pembawa acara lomba, Shindy, kembali membacakan pertanyaan yang sama kepada peserta lain. Siswi dari SMAN 1 Sambas kemudian menekan bel dan memberikan jawaban yang dinilai serupa dengan jawaban Josepha.

Namun, berbeda dari keputusan sebelumnya, jawaban peserta dari SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar dan memperoleh nilai penuh dari dewan juri.

“Iya inti jawabannya sudah benar, nilai 10,” ujar Dyastasita.

Perbedaan penilaian tersebut langsung memancing reaksi dari guru pendamping SMAN 1 Pontianak. Di tengah suasana yang memanas, MC Shindy mengingatkan para peserta agar menjawab dengan artikulasi yang jelas dan tidak terburu-buru.

“Kakak host sudah selalu mengingatkan ketika menjawab artikulasi yang jelas dan tidak perlu terburu-buru, silakan menghadap kepada dewan juri,” kata MC Shindy.

Guru pendamping SMAN 1 Pontianak sempat mengangkat tangan untuk menyampaikan keberatan. Namun, pihak juri menegaskan bahwa hak menyampaikan protes hanya dimiliki peserta lomba.

“Ibu mohon maaf yang berhak memprotes itu peserta,” ucap juri.

Polemik dalam perlombaan tersebut turut mendapat perhatian dari Hetifah Sjaifudian selaku anggota MPR RI dan Ketua Komisi X DPR RI. Hetifah mendorong agar lomba cerdas cermat tersebut diulang sebagai bentuk evaluasi terhadap penyelenggaraan kompetisi..

Sebagai tindak lanjut, MPR RI telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dugaan kelalaian dewan juri yang memicu kontroversi. Selain itu, pihak penyelenggara juga menonaktifkan juri dan pembawa acara yang terlibat dalam polemik tersebut. (Leni)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights