Truk Koperasi Desa Merah Putih Terciduk Ambil Stok Digudang Indomarco, Bukannya untuk Bantu UMKM?

Ket/Foto : Armada truk Koperasi Desa Merah Putih terekam kamera tengah mengambil stok barang di gudang milik Indomarco Prismatama pada 17 Mei 2026

Surabaya, Indotrans.web.id || – Armada truk Koperasi Desa Merah Putih terekam kamera tengah mengambil stok barang di gudang milik Indomarco Prismatama pada 17 Mei 2026. Video tersebut kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah truk berlogo Koperasi Desa Merah Putih keluar area gudang distribusi sambil memuat berbagai kebutuhan pokok dan barang dagangan. Rekaman itu dengan cepat menjadi sorotan publik karena dinilai bertolak belakang dengan tujuan awal pembentukan program Koperasi Desa Merah Putih yang sebelumnya digaungkan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa, memperluas distribusi produk lokal, serta mendukung perputaran hasil UMKM masyarakat.

Sorotan publik muncul lantaran koperasi yang seharusnya menjadi wadah distribusi produk desa justru diduga mengambil pasokan dari jaringan distribusi ritel modern berskala nasional. Banyak warganet mempertanyakan apakah pola operasional tersebut akan membuat koperasi desa bergantung pada produk pabrikan dan jaringan ritel besar dibanding memberdayakan pelaku usaha lokal di daerah.

Di media sosial, sejumlah pengguna internet menilai langkah tersebut dapat melemahkan semangat kemandirian ekonomi desa yang selama ini menjadi narasi utama program. Sebagian lainnya mempertanyakan kesiapan koperasi dalam membangun rantai pasok mandiri apabila sebagian besar stok barang masih berasal dari distributor besar.

Meski demikian, terdapat pula pihak yang menilai kerja sama dengan distributor besar merupakan langkah realistis pada tahap awal operasional koperasi. Menurut mereka, koperasi tetap membutuhkan pasokan barang stabil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sambil menunggu produksi dan kapasitas UMKM lokal berkembang secara bertahap.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait jenis kerja sama antara Koperasi Desa Merah Putih dengan pihak distributor maupun proporsi produk lokal yang dijual di koperasi tersebut. Publik pun menantikan klarifikasi dari pengelola program guna menjawab berbagai kritik dan kekhawatiran yang berkembang di masyarakat.

Viralnya video tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai arah kebijakan program Koperasi Desa Merah Putih, terutama terkait konsistensi antara visi pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan praktik distribusi barang di lapangan. (Leni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights