Warga Desa Perbangunan Dusun VIII Desak PMD dan DPRD Turunkan Kadus Iwan P.G Manurung Dia Tidak Pantas Jadi Kadus Kami Sebut Warga 

ASAHANIndotrans.web.id.|| – Aksi unjuk rasa warga desa perbangunan dusun VIII di DPRD Asahan berjalan dengan damai,

Aksi tersebut menuntut pihak pihak terkait dengan adanya pelantikan Kadus dusun VIII di desa perbangunan yang menurut warga tidak transparansi. ( Selasa 25/11/2025 )

Di duga ada sesuatu hal yang sengaja di tutup tutupi kades dan perangkat desa tentang pelantikan Kadus tersebut, dimana Camat Seipayang tidak mengetahui adanya pelantikan Kadus di kantor desa, begitu juga dengan Kapolsek serta jajaranya, Danramil dengan jajaranya, bahkan Babinsa juga tidak mengetahui adanya pelantikan tersebut, hal ini yang membuat warga sangat kecewa dan marah, warga tetap bersikukuh keras agar pelantikan di batalkan dan SK Kadus dusun VIII segera di batalkan.

Karena jauh jauh hari sebelum pelantikan warga sudah menyampaikan unek unek mereka kepada Kades dan PMD tapi tidak ada tanggapan, maka jika hari ini kami datang ke Kantor DPRD Asahan meminta kepada bapak/ Ibu wakil kami tolong bantu kami dalam hal ini bagaimana supaya Kadus dusun VIII di turunkan dan di batalkan SK nya karna sampai kapan pun kami tidak mau dia sebagai Kadus kami.

Karna kami tidak mau menjalani hidup 60 tahun ke depan bersama Kadus yang tidak ada bagus nya, dari sudut pandang kami warga dusun VIII kami yang tidak paham dengan hukum dan perbuk A sampai Z, bahwa Kadus terpilih itu orang nya tidak bermoral, arogan dan sombong, karna merasa begitu dekat dengan kades dimana orang tuanya juga sebagai Ketua LPM di desa tersebut.

Dan kami sampaikan Kadus ini tidak mempunyai etika dengan mendirikan rumah diatas parit sehingga aliran air ke sawah kami tertumpat dan hal ini sangat merugikan kami, karna setiap pencucian parit di dusun VIII kami tidak bisa membersihkan parit di bawah rumah Kadus terpilih ini, menurut bapak anggota dewan apakah ini layak di jadikan sebagai seorang Kadus ujar salah seorang warga yang ikut aksi.

Dan yang membuat kami bingung rumah Kadus yang di atas parit selalu dapat bedah rumah dari desa kami tidak tau apakah itu dana dari mana yang pasti rumah Kadus ini selalu dapat bedah rumah padahal rumahnya di atas parit sudah jelas jelas melanggar peraturan tapi bisa dia dapat bedah rumah kata salah seorang emak emak yang ikut dalam aksi tersebut.

Semua keluhan sudah disampaikan dalam aksi di kantor DPRD Asahan yang di sambut baik oleh ketua DPRD kabupaten Asahan yaitu Bapak Evi Pane, ketua DPRD berjanji akan segera melaksanakan RDP ( Rapat Dengar Pendapat ) dan berjanji akan memanggil semua Dinas terkait baik itu, PMD, CAMAT SEIPAYANG, KADES Perbangunan dan beberapa tokoh dan perwakilan masyarakat dan RDP tersebut akan di pimpin langsung oleh Ketua DPRD kab Asahan.

Saya akan panggil Kadis PMD, Camat Seipayang,Kades Perbangunan dan beberapa tokoh dan perwakilan desa perbangunan dusun VIII dalam Rapat Dengar Pendapat atau RDP, jadi nnti siapkan berkas nya apa saja yang menjadi keluhan bapak dan ibu yang akan di sampaikan dan kita akan buat yang terbaik ujar Ketua DPRD Asahan, ayok bapak / ibu kita tutup aksi damai kita hari ini dengan Poto bersama ungkapnya dan di sambut hangat oleh para orang tua warga desa perbangunan dusun VIII.

( Tiara Aritonang )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights