
Deli Serdang .Indotrans.Web.Id || – Proyek pembuatan bronjongan dari BWS II ( Balai Wilayah Sungai Sumatera II) yang dikerjakan Kontraktor PT. Mitra Ciasem Raya di protes warga Pulau Gambar Kec. Galang Kab Deli Serdang , akibat dari jalanan pinggiran Sungai Ular mengalami rusak berat , sehingga tidak dapat dilalui para warga yang umumnya berprofesi petani sawit
“ kami sangat terganggu kinerja kontraktor PT. Mitra Ciasem Raya yang merusak jalanan kami , sehingga hasil pertanian kami tidak dapat diangkut , Perusahaan ini seharusnya memperhatikan keadaaan kami , jangan hanya keunntungan mereka saja yang dihitung , kata salah seorang warga “ bermarga huta soit kepada wartawan Senin 20/10/2025
Hal yang sama disampaikan warga lain marga tambunan . “ PT. Mitra Ciasem Raya hanya taunya kepentingannya , kami sudah berulang kali menyampaikan protes , tapi tidak digubris , padahal anggaran proyek ini fantastis dan tidak masuk akal , soalnya batu batu kali diambil dari sungai , mereka hanya bermodal kawat kawat bronjong , lalu pencetakan beton yang menurut pengawas lapangan sebanyak kurang lebih 200 unit dengan diameter 1,5 meter dengan ketebalan 20 cm yang katanya per,unitnya Rp 1.500.000 , ungkap warga yang juga berprofesi konsultan ini.
Menurut pengawas lapangan dari PT. Mitra Ciasem Raya bermarga sitorus yang dikonfirmasi wartawan menyebutkan , panjang bronjong hanya 50 meter dengan ketinggian bronjong 15 meter dan lebarnya 25 meter , yaitu mensikronisasi jaringan air kepintu klep , yang tujuannya agar terjadi pembagian air kata Sitorus
Alat berat untuk pekerjaan ini bukanlah alat PT. Mitra Ciasem Raya tapi menyewa , dan operator adalah pegawai harian , bukan karyawan perusahan , “ mereka orang luar pak bukan karyawan PT. Mitra Ciasem Raya, proyek ini sesuai plang 180 hari kerja ungkap Sitorus
Lebih lanjut d keterangan warga dibenarkan nya, bahwa panjang Bronjongan dan lebarnya , dan diakuinya tinggi bronjong kurang lebih 15 meter , sesuai konstruksi yaitu meningkatkan konstruksi bronjong yang lama , “ tutur nya , lihat aja batasnya , kan bisa dilihat bang , sambungnya nya
Diakuinya sudah berulang kali warga setempat melakukan protes , namun belum mendapat jawaban dari pihak perusahaan , janjinya kalau sudah selesai proyeknya , jalanan ini nakan diperbaiki , itu janji Perusahaan PT. Mitra Ciasem Raya lanjutnya , padahal proyek ini 180 hari kerja
“ Pengawas dari SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Sumatera II dari PPK Irigasi dan Rawa IV jarang kesini bang , dan semuanya ditangani Pak Anto , tempat pengikatan Besi diseberang sana jawab sitorus , dia yang menangani informasi tentang Proyek ini “ Pungkas Sitorus lebih lanjut
Namun anehnya Anto yang disebutkan Sitorus tidak bersedia di konfirmasi wartawan , bahkan selalu menghindari pertanyawan wartawan , kendatipun wartawan sudah berulang kali menhhubunginya melalu HPnya yang terjawab hanya memanggil ( GS)
