Presiden RI Prabowo Subianto Kunjungi Huntara  Aceh Tamiang

Presiden Kunjungi Aceh Tamiang ( foto Kompas.Com)

Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada libur tahun baru Kamis (1/1/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dalam keterangannya kepada awak media, mengatakan bahwa kunjungan ke Aceh Tamiang merupakan lanjutan dari agenda kerja Presiden kemarin (31/12/2025) di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk meninjau, sekaligus menghabiskan malam pergantian tahun bersama masyarakat.(Biropers)

Presiden RI Prabowo Subianto juga mengunjungi tempat Hunian Sementara ( Huntara ) di aceh Tamiang dan terlebih dahulu meninjau dan masuk ke dalam Hunian Sementara  yang dibangun Danantara tersebut

Sebelum rapat dimulai , Prabowo dan  Kepala Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria memberikan saran bahan seng yang digunakan sebagai atap untuk hunian sementara (huntara) korban banjir dan longsor di Aceh Tamiang menggunakan dan memanfaatkan bahan lokal supaya hawa di dalam hunian sementara masyarakat tidak panas.

“Mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal, solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal. Apa itu anyaman atau apa ya kan, dari ijuk kemudian bawahnya seng. Tidak perlu barang bahan mahal,” jelas Prabowo..

Menurut Prabowo, huntara tersebut menjadi panas karena memakai atap terbuat dari seng. “Jadi hari ini umpamanya Danantara membuktikan dalam 8 hari bisa membangun 600 hunian, yang menurut saya ya cukup baik,dan saya menyerahkan pelaksanaan kepada pekerja lapangan untuk mencarikan solusinya agar  warga yang terkena bencana tidak kepanasan ketika berada di dalam huntara  ” kata Prabowo

“Saya koreksi sedikit, saya tanya, ‘bagaimana ini ya kan? Seng itu panas dan coba dipikirkan. apa solusinya , kemudian di sarankan Prabowo  agar solusi dari bahan pengganti seng, tidak perlu mahal-mahal, dan menyarankan agar Danantara memanfaatkan bahan lokal supaya hawa di dalam huntara tidak panas ” sambungnya dalam rapat bersama para menteri di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026)

“Atau hal-hal yang sangat sederhana mungkin ya, mungkin cukup dengan bahan tekstil, ditutup di bawahnya seng itu, hal-hal semacam itulah yang dapat dilakukan , kreativitas dari pada orang-orang lapangan lah ,” imbuhnya.

( IT.05/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights