
Jakarta, Indotrans. Web.Id.|| – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian, mengatakan percepatan rehabilitasi pengungsi Sumatera yang menunjukkan kehidupan masyarakat menuju normal dan mereka sudah berani pulang dan menempati rumahnya
Pengurangan jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan tanah longsor tersebut sebagai pertanda bahwa situasi di lapangan sudah kembali kearah yang normal.
“ pengurangan jumlah pengungsi ini penting. Sebagai pertanda terjadinya percepatan pemulihan. Dan ditempat pengunsian para pengungsi yang di tenda-tenda sudah sangat sedikit , sehingga penanganannya makin mudah , yang menunjukkan bahwa kondisi terkini menunjukkan situasinya sudah mendekati normal,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Penanggulangan Pascabencana DPR RI dengan Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2025).
Mendagri menjelaskan, dibutuhkan pendataan yang valid mengenai berapa jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan yang berdampak dalam pengurangan jumlah pengungsi di pengungsian, oleh karenanya pemerintah bisa segera mencairkan dana bantuan hunian bagi para pengungsi, agar mereka dapat terbantu meninggalkan pengungsian.
Menurutnya, saat ini pemerintah tengah menyiapkan skema dana bantuan hunian bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak ringan sebesar Rp15 juta. Sedangkan untuk masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat, dana bantuan yang disiapkan adalah sebesar Rp.30 juta.
Setelah menerima uang bantuan tersebut, maka masyarakat yang selama ini masih mengungsi, diharapkan bisa segera menetap di hunian sementara (huntara), menyewa rumah, atau tinggal di rumah saudara.
Cepat serahkan uangnya itu, 70 persen sudah hilang, 120 ribu pengungsi sudah kembali,” katanya.
Karena terlalu lama tinggal di pengungsian juga akan menambah risiko terpapar penyakit.“ karena itu sebaiknya mereka secepat mungkin tidak di tenda.
“Pak Menkes mengingatkan kepada saya, terlalu lama di tenda mereka akan sakit, akan macam-macam sakit yang muncul , dan pindah ke huntara yang sudah terbangun akan lebih baik , mereka punya pilihan dan jika ada diberikan dana tunggu hunian, dana sewa, mereka bisa ke keluarganya, atau mereka ngontrak. Sehingga akhirnya jumlah yang di pengungsian di tenda-tenda ini akan jauh berkurang,” ujar Tito ( Red)
