
Medan /. Indotrans Web. Id .|| – Kendati Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Super Flu A (H3N2) subclade K tidak sama dengan virus COVID-19 atau tuberkulosis (TBC).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut), Novita Saragih, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan Kementerian Kesehatan terkait penyakit tersebut “ katanya kepada wartawan , Kamis (8/1/2026).
. “setelah ada petunjuk Kementerian Kesehatan, kami segera memberikan himbauan kepada masyarakat Sumut terkait penyakit tersebut ,” ucapnya.
Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati, mengatakan bahwa berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi saat ini, subklade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan dengan klade atau subklade lainnya
“Gejala umumnya seperti flu musiman, yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan,” katanya di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Namun demikian, kata dia, pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan, serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat total ada 62 kasus di 8 provinsi, terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Dia memastikan bahwa semua varian yang ditemukan sudah dikenal dan bersirkulasi secara global, dan terpantau dalam sistem surveilans WHO
Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai superflu sudah ada sejak lama. Ia mengatakan, superflu seperti flu biasa dan tidak mematikan seperti saat COVID-19 atau tuberkulosis (TBC , virus ini bukanlah ancaman baru yang mematikan layaknya pandemi Covid-19. “Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 . katanya ( IT 5 / Rel )
