
Jakarta ,Indotrans.Web.Id .|| – Perubahan pelayanan lalu lintas dengan memanfaatkan teknologi Digital ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diapresiasi Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H, M.Hum dalam arahannya kepada personel terkait kesiapan memanfaatkan teknologi Digital ETLE dalam hal penegakkan hukum lalu lintas.
Menurut Irjen Agus dengan akselerasi transformasi. digital ETLE yang dibarengi dengan pendekatan humanis melalui program Polantas Menyapa, terbukti efektif untuk menghadirkan polisi yang responsif, ramah, dan berintegritas. Program ini menempatkan petugas sebagai mitra masyarakat yang siap menolong dalam berbagai situasi, bukan hanya mengatur lalu lintas.
Disebutkannya Program Polantas Menyapa menjadi simbol perubahan wajah Polantas di era transformasi Polri. Petugas di lapangan bertugas dengan semangat melayani dan berempati kepada masyarakat. Mereka mendengarkan keluhan warga, memberikan edukasi keselamatan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan .
Implementasi program ini dilakukan di berbagai wilayah, seperti di Surabaya, petugas menghentikan pengawalan pejabat untuk membantu seorang ibu yang hendak melahirkan, lalu di Sukoharjo, personel mengawal korban patah tulang menuju rumah sakit. Di Sumatera yakni Provinsi Riau , jajaran Ditlantas membagikan bendera dan bunga menjelang HUT RI ke-80 sebagai simbol kepedulian dan semangat kebangsaan.
“Polantas harus hadir untuk menyapa, membantu, dan menjadi mitra masyarakat. Sudah saatnya kita berubah , kita ingin menghadirkan polisi lalu lintas yang responsif, ramah, dan berintegritas,” ujar Kakorlantas.
Dari hasil tangkapan kamera ETLE menunjukkan aktivitas penegakan hukum yang stabil dan terkendali. Jumlah kendaraan yang tercapture oleh kamera ETLE menunjukkan sistem berjalan efektif dalam mendeteksi pelanggaran, namun tetap dalam angka yang proporsional dan tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat mulai beradaptasi dengan sistem digital dan menunjukkan tingkat kepatuhan yang membaik .
Irjen Agus bercerita tentang dirinya yang pernah terlibat dalam tim perumusan ETLE pada tahun 2018, hingga peluncuran ETLE Tahap I untuk 12 Polda pada 2022, hingga Korlantas mampu mengendalikan sistem ETLE secara nasional.
“Tahun 2018 saya masih ingat saya menjadi tim teknis ETLE, saya waktu itu di Kasubditlaka, ada pencanangan atau launching ETLE tahap pertama pada 2022 dan bagaimana ETLE Nasional itu bisa dikendalikan oleh Korlantas Polri,” tutur dia.
“Jadi transformasi pelayanan publik yang ada di Korlantas dan lalu lintas jajaran sudah tegas dan jelas , bahwa tidak ada lagi pungutan-pungutan di wilayah termasuk pelayanan satuan lalu lintas. Saya tegaskan sudah saatnya kita berbenah. Kita harus memberi contoh,” ungkap Kakorlantas.
Terakhir, Kakorlantas berharap dengan sistem yang modern ditambah dengan Polantas Menyapa kedepannya Polantas menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat. Sebab, kondisi Polri saat ini menuntut kontribusi nyata ,untuk memperkuat kepercayaan publik.
” Saya sampaikan bahwa transformasi digital bukan sekedar alat peningkatan hukum tetapi simbol transformasi pelayanan , bagaimana kita melayani masyarakat di era saat ini, dan saya punya harapan besar untuk bisa memberikan terbaik kepada masyarakyat jajaran, melalui pelayanan Polantas ” ujarnya . (Red)
