
Jakarta, Indotrans.Web. Id || -Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ledakkan kritik keras terkait sistem pelaporan pajak nasional yang disebut Coretax
Menurut Purbaya Proyek sistem pelaporan pajak on line coratax ini digarap konsorsium asing LG CNS-Qualysoft, namun setelah empat tahun berjalan, ternyata kualitas sistem ini jauh dari harapan dan terkesan amburadul dan tidak memuaskan penggunanya, ungkap Purbaya
Lebih lanjut disebutkannya, Proyek on line coratax yang nilainya miliaran rupiah ini justru diciptakan oleh yang kurang berkompeten, dan menggambarkan bagaimana proyek ini tidak dalam pengawasan yang ketat dan integritasnya dipertanyakan , ungkapnya
Lebih lanjut menurut Purbaya , akibat amburadulnya perangkat sistem ini, membuat tim internal Kementerian Keuangan harus ekstra keras memperbaiki mulai dari user interface dan perangkat pendukung lainnya, sehingga kita mengeluarkan biaya lagi untuk pondasi program untuk memperbaikinya.
Langkah tak konvensional pun ditempuh, dengan merekrut hacker papan atas Indonesia yang berperingkat internasional untuk membuat sistem yang dianggap terbaik , memperkuat sistem keamanan Coratax ini.
Klaim lonjakan nilai keamanan dari D ke A+ menjadi bukti nyata , sehingga dinilai Perusahaan asing sebagai penyedia perangkat sistem cotatax tersebut tidak profesional, yang menunjukkan kemampuannya hanya pas-pasan , dan yang menyedihkkan terungkap kegagalan strategis pengawas pelaksana dari Kementerian Keuangan ini ,dianggap tidak profesional untuk menjaga sistem coratax yang berkeamanan tinggi. dalam mengelola proyek vital negara sambungnya
Purbaya menegaskan sekarang , dirinya akan melakukan perbaikan dalam sistem Coretax , dan pada akhir tahun ini akan terselesaikan , dan bertekad mengakhiri ketergantungannya pada vendor asing.
Purbaya menyampaikan perlunya perombakan mendalam pada tata kelola proyek IT nasional, sekaligus mengingatkan kejadian seperti ini tidak boleh lagi terjadi ” bahwa prestise proyek tak boleh asal-asalan dengan standar rendah” , imbuh nya
Ironi terbesar adalah, di era digital canggih seperti ini, bahwa sistem pajak nasional adalah salah satu untuk mendongkrak penerimaan negara sebagai tulang punggung penerimaan negara,” kita perlukan sistem yang canggih, tidak seperti proyek amatiran , yang akhirnya membebani tenaga ahli lokal untuk memperbaikinya.
Kita memerlukan aplikasi sistem yang canggih, sebab bukan hanya soal teknis,namun pertaruhan kedaulatan digital bangsa dan kredibilitas pengelolaan keuangan negara. pungkasnya
( Anggi Saputra , Perwakilan DKI/ Jawa Barat)
