Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak Dilanda Kekeringan Ratusan Hektar Persawahan Diprediksikan Gagal Panen

Photo : Kantor Desa Paluh Manan waktu banjir Tahun Lalu

Hamparan Perak, Indotrans.web.id.|| – Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, terkenal sebagai lumbung beras untuk daerah pantai di Hamparan perak dan Belawan, namun akibat didera kekeringan yang terjadi sekarang mengakibatkan  persawahan masyarakat setempat terancam gagal panen. kata beberapa Petani Desa Paluh Manan kepada wartawan Jumat (13/2/2026),

Menurut para petani desa paluh manan Kec Hamparan Perak ini ,  akibat musim kemarau yang terjadi sekarang . areal persawahan mereka menjadi mengering , akibatnya permukaan tanah persawahan menjadi retak-retak, sehingga tanaman padi yang dulunya  menghijau sekarang menguning akibat kekurangan pasokan air, katanya

Lebih lanjut , menurut warga desa paluh manan yang di jumpai wartawan menyebutkan , mereka memohon perhatian Bupati Deli Serdang , agar kiranya dapat membuatkan solusi yang terbaik terkait pasokan air ke lahan persawahan mereka

Photo : kondisi Persawahan Petani yang tanahnya retak – retak

“ kami khawatir dengan kondisi ini , dan sekiranya hingga April mendatang tidak turun hujan,atau pasaokan air tidak ada  hasil panen kami terancam gagal.” Ungkapnya

Menurut masyarakat petani , jika kondisi normal dan pengairannya berjalan baik , hasil panen padi dilokasi ini dapat mencapai 6 sampai 8 ton gabah per hektare., namun dengan kondisui yang sekarang 4 sampai 5 ton pun sudah kami syukuri ungkapnya

Kondisi ini menurut mereka dapat diatasi seandainya Pemkab Deli Serdang turun tangan dengan a distribusi air dari wilayah Desa Kota Rantang untuk membantu mengatasi kekeringan, sebab lokasi pengairan di dilokasi ini cukup baik, dan mohon dibuat, aliran air yang baru , diterukan ke lokasi Paluh Manan.

Kondisi Persawahan Petani di Desa Paluh Manan menjadi persoalan , disebabkan beberapa petani yang memiliki mesin pompa berupaya menyedot air sungai terdekat untuk mengairi sawah mereka. Sementara petani yang tidak memiliki pompa dan lahannya jauh dari sumber air, hanya bisa berharap pada turunnya hujan.

Menanggapi kondisi ini, pemerhati pertanian di yang juga salah seorang Konsultan Pertanian Ir Parlindungan Sihotang MT IPU , menyampaikan pemerintah perlu mengambil langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekurangan air di wilayah tersebut.

“Untuk mengatasi masalah kekeringan, sudah bisa dibangun waduk di Hamparan Perak. Di sini banyak lahan PTP, bisa diambil sekitar lima hektare untuk waduk. Nantinya dapat memenuhi kebutuhan air petani dan juga dapat dipotensikan untuk membuat sarana perikanan,”Ungkap nya ( IT.05/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights