Bupati Deli Serdang Luncurkan “Si PANDAI”, Sistem Canggih yang Bisa Pantau Pangan Hingga Pasar Secara Real Time

LUBUK PAKAM, Indotrans.web.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, resmi memperkenalkan Si PANDAI (Sistem Pantau Data Pangan Indonesia), sebuah sistem digital yang mampu memantau kondisi pangan mulai dari proses produksi petani hingga ke pasar secara real time.

Peluncuran sistem tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian Aula Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang serta penyerahan bantuan alat pertanian berupa satu unit traktor roda dua dan satu unit cultivator dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Mega Syariah, Senin (16/3/2026).


Pantau Produksi hingga Harga Pasar Secara Langsung

Bupati menjelaskan, aplikasi Si PANDAI menjadi bagian penting dari Sistem Pengendalian Ketahanan Pangan dan Inflasi Daerah.

Melalui sistem ini, berbagai data penting seperti produksi petani, kondisi pasar, hingga rantai distribusi pangan dapat terintegrasi dalam satu platform digital.

Menurutnya, kehadiran sistem ini memungkinkan pemerintah daerah mengetahui secara cepat kondisi ketersediaan pangan di setiap wilayah.

“Aplikasi Si PANDAI ini bukan hanya untuk menjaga inflasi, tetapi untuk memantau seluruh proses mulai dari produksi, panen hingga ke pasar dan konsumen,” ujar Bupati.

Wabup Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS menerima Tim BPK RI Perwakilan Sumut di Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (16/3/2026).
Wabup Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS menerima Tim BPK RI Perwakilan Sumut di Kantor Bupati Deli Serdang, Senin (16/3/2026).

Pemerintah Bisa Bergerak Lebih Cepat

Dengan sistem pemantauan berbasis data tersebut, pemerintah tidak lagi menunggu masalah muncul baru melakukan tindakan.

Sebaliknya, pemerintah dapat melakukan langkah intervensi lebih cepat ketika terjadi potensi kekurangan pasokan pangan di suatu daerah.“Dengan aplikasi ini kita bisa mengetahui apakah ketersediaan pangan mencukupi atau tidak. Jika kurang, kita bisa segera menentukan langkah yang harus dilakukan,” jelasnya.


Mengakhiri Cara Lama Mengendalikan Harga

Bupati juga menegaskan bahwa sistem ini akan mengubah pola lama pengendalian harga pangan yang selama ini dianggap bersifat reaktif.

Selama ini, perhatian sering muncul ketika harga pangan melonjak tinggi, sementara saat harga rendah sering dianggap tidak menjadi masalah.

Namun dengan pemantauan data secara berkelanjutan, pemerintah dapat melihat dinamika harga dan pasokan secara lebih akurat.“Tidak ada lagi anggapan harga rendah diabaikan pemerintah. Dengan data yang kita pantau setiap saat, kita bisa bergerak lebih cepat,” tegas Bupati.


94 Penyuluh Pertanian Terlibat Langsung

Untuk memastikan sistem berjalan optimal, sebanyak 94 penyuluh pertanian di Kabupaten Deli Serdang akan dilibatkan secara aktif dalam memperbarui data produksi di lapangan.

Para penyuluh tersebut bertugas menginput informasi terkait hasil produksi pertanian, kondisi lahan, serta perkembangan panen, sehingga data yang tersaji dalam aplikasi tetap akurat dan selalu terbarui.

Dengan dukungan data yang valid dan terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah secara lebih efektif.

(IT.05 / DISKOMINFO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights