
Medan, Indotrans.web.id.|| -– Pendidikan Teknik Sipil memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya di Sumatera Utara yang terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Heri Sutiyo yang baru saja diwisuda sebagai Magister Teknik Sipil.
Menurut Heri, tantangan pembangunan saat ini tidak hanya berfokus pada percepatan proyek, tetapi juga pada aspek keberlanjutan, ketahanan lingkungan, serta efisiensi sumber daya. “Teknik sipil bukan hanya soal membangun jalan, jembatan, pelabuhan, atau gedung. Lebih dari itu, kita dituntut untuk menghadirkan solusi infrastruktur yang ramah lingkungan, tahan terhadap perubahan iklim, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Sumatera Utara sendiri tengah mengalami perkembangan pesat di berbagai sektor, mulai dari pembangunan jalan tol, pengembangan kawasan industri, pelabuhan, hingga infrastruktur transportasi udara dan laut. Kondisi ini membuka peluang besar bagi lulusan teknik sipil untuk berkontribusi secara nyata.
Heri menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan inovasi di bidang teknik sipil, terutama dalam penerapan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development). “Saya mengajak para mahasiswa dan praktisi teknik sipil untuk terus mengembangkan ilmu, mengikuti perkembangan teknologi konstruksi, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur di Sumatera Utara,” ucap Heri Sutiyo.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan. Pemanfaatan material ramah lingkungan, sistem drainase berkelanjutan, manajemen konstruksi yang efisien, hingga penerapan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM) menjadi bagian penting dalam transformasi sektor konstruksi.
Sebagai lulusan Magister Teknik Sipil, Heri berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Ia optimistis bahwa dengan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas, Sumatera Utara mampu menjadi contoh dalam pembangunan infrastruktur yang modern, tangguh, dan berkelanjutan.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus belajar dan mengabdi. Mari bersama-sama kita kembangkan ilmu teknik sipil demi kemajuan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Sumatera Utara,” tutupnya.
( Red)
