
Kabanjahe, Indotrans.web.id ||- Tenaga kesehatan di Kabupaten Karo mendapat dorongan kuat untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan. Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Karo bersama jajaran kepala puskesmas dan perwakilan tenaga medis se-Kabupaten Karo di Aula Kantor Dinas Kesehatan, Kabanjahe, Rabu (11/1/2026).
Rapat dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, dr.Immanuel Sinuhaji, Sp.PA . Ditegaskannys bahwa peningkatan mutu sumber daya manusia menjadi kunci utama layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan merata.
Menurutnya, kualitas pelayanan tidak cukup bertumpu pada sarana fisik. Kompetensi tenaga kesehatan menentukan hasil akhir pelayanan. Ia meminta seluruh puskesmas aktif mendorong tenaga medis dan paramedis untuk menempuh pendidikan lanjutan secara terencana.
“Fasilitas penting, tetapi kualitas SDM lebih menentukan. Pendidikan formal akan memperkuat keterampilan klinis, manajerial, dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi strategis pun dibangun dengan UNPRI. Tim Education Consultant hadir langsung dalam forum. Dr. Aremi Evanta Tarigan, M.Ak., dan Dr. Rafael Ginting, M.KM memaparkan peluang studi lanjut mulai dari jenjang S1, S2, hingga S3.
Mereka menawarkan sistem perkuliahan fleksibel. Jadwal disesuaikan dengan jam kerja tenaga kesehatan. Metode belajar dirancang ramah pekerja. Pendampingan akademik diberikan sejak pendaftaran hingga kelulusan.
Program yang tersedia meliputi Kesehatan Masyarakat, kebidanan, keperawatan, serta pendidikan profesi. Seluruh program telah terakreditasi unggul. Skema ini dinilai realistis karena peserta tetap dapat menjalankan tugas pelayanan di puskesmas.
Sejumlah peserta menyambut positif langkah tersebut. Mereka melihat pendidikan lanjutan sebagai investasi karier. Pengetahuan meningkat. Pelayanan membaik. Kepercayaan masyarakat ikut tumbuh.
Rapat menghasilkan komitmen bersama. Dinas akan memetakan kebutuhan pendidikan tiap puskesmas. UNPRI menyiapkan akses akademik. Tenaga kesehatan mengambil peran aktif.
Arah kebijakan menjadi jelas. Fokus pada kompetensi. Akses pendidikan dibuka. Layanan kesehatan diperkuat. Masyarakat Karo diharapkan menerima pelayanan yang lebih profesional dan berkualitas.( Eben)
