
Pandeglang, Indotrans.Web.Id.|| – Dimas Dhika Alpiyan Kepala SPPG Karyasari. menanggapi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari di Sukaresmi, Pandeglang, Banten, yang menyiapkan makan bergizi gratis (MBG) dengan menggunakan kantong plastic, kemudian disorot masyarakat dan viral di media Sosial pada 8 Januari 2026.
Menurut Dimas Dhika Alpiyan Kepala SPPG Karyasari, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari di Sukaresmi, Pandeglang, Banten,kejadian tersebut bukan disengaja , namun akibat ulah salah seorang Kader Posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dan tidak sesuai dengan standar penyajian MBG.
“Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” kata Dimas dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menyebutkan, kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG Karyasari pada 9 Januari 2026. Setelah mendapatkan potongan video di media sosial , lalu memanggil pihak kader posyandu untuk menanyakan terkait penyajian MBG tersebut
Diakui ibu kader bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu Kecamatan Sukaresmi, Lusi, mengklaim kondisi makanan dalam kantong plastik tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi, melainkan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan. ( Dikutip dari tirto)
“Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan,” ucap Lusi ( Anggi Saputra , Perw Jawabarat )
