Badai Siklon Tropis Buka Tabir Kerusakan Hutan Dan Keserakahan Oknum Hancurkan Alam Sumatera Utara

Medan, Indotrans, Web.Id ||- Sumatera Utara berduka , itulah tagline di Media Sosial terkait Banjir bandang yang terjadi.dihampir semua Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara , terlebih di wilayah Pesisir Pantai Barat Sumatera Utara seperti Kota Sibolga , Kabupaten Tapanuli Tengah , Tapanuli Selatan dan Utara seperti Kecamatan Pakkat Kecamatan Parlilitan sampai Sorkam Kab Tapanuli Tengah.
Kondisi hujan terus-menerus selama 3 hari ditambah angin badai yang menurut BMKG pada hari Rabu 26/11/2025 diakibatkan oleh Siklon tropis Senyar
Menurut BMKG Siklon tropis Senyar akan bermula dari provinsi Aceh sampai Sumatera Utara dan Sumatra Barat, yang dampaknya menimbulkan iklim Ekstrim yang berakibat tensi hujan sangat tinggi disertai badai , ber implikasi terjadinya longsor dan banjir bandang.
Bencana alam yang di tiga provinsi yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat , yang paling mengalami dampaknya adalah di Kabupaten Tapanuli Tengah , Kota Sibolga dan Perbatasan Tapanuli tengah dengan Kab. Humbang Hasundutan yakni Kecamatan Pakkat dan Parlilitan dan Kecamatan Tapanuli Selatan sampai kecamatan Mandailing , perbatasan Sumatera Barat.
Bencana alam ini adalah Tabir pembuka mata publik terjadinya kerusakan hutan lindung yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bekerja sama dengan aparat birokrasi kata Silalahi salah aktivis Lingkungan yang viral dimedia tiktok nya 26/11/2025
Disebutkannya perusakan lingkungan yang dimulai dari perambahan hutan, pembukaan lahan ilegal, hingga eksploitasi alam tanpa izin disebut menjadi pemicu utama kerusakan ekosistem sehingga bencana alam terjadi , seperti yang terungkap ditiktoknya . betapa kayu gelondongan akibat penebangan liar dihutan lindung hanyut dibawa banjir , sehingga menghancurkan konstruksi infrastruktur jalan dan infrastruktur kebutuhan masyarakat umum katanya di Tiktoknya
Senada dengannya praktisi kebijakan publik Ir Parlindungan Sihotang MT IPU , menyampaikan hal yang sama, di sebutkan nya ” dahulu kita kagum dengan tersedianya berbagai infrastruktur lingkungan , namun dalam sekejap hancur, akibat dari keserakahan manusia , memang dahulu begitu stabil  , dan kita anggap reproduksi ekonomi, namun kini pemikiran berubah drastis , yang diakibatkan hilangnya hutan kita yang dirusak oknum oknum tertentu yang menghilangkan daerah tangkapan air ” katanya prihatin.
Kerusakan itu kini berimbas pada banjir dan longsor, serta terganggunya kehidupan masyarakat di berbagai wilayah., Aktivitas alam yang dulu stabil kini telah uberubah drastis akibat rusaknya hutan lindung sebagai pondasi tangkapan air , ungkapnya
Lebih lanjut, dia menyampaikan kritik keras kepada pemangku kepentingan, agar melakukan revolusi mental untuk menjalankan tugas demi kepentingan masyarakat luas , APH saya himbau untuk segera menindak para pelaku perusak lingkungan tersebut, ” masak  kita tidak mengetahui pelakunya , dimana itu tim Intel yang ada kejaksaan dan kepolisian, kejar mereka dan bekukan ijin yang diketahui merusak lingkungan tegas Ir Parlindungan Sihotang MT IPU kepada Indotrans Web.Id Minggu 30/11 / 2025 di kantornya Kab Deli Serdang
Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (Formappel RI), R. Anggi Syaputra, D
“Bencana yang terjadi bukan semata-mata musibah alam, tetapi konsekuensi dari ulah manusia yang mengabaikan keseimbangan ekosistem. Kami meminta tindakan tegas, transparan, dan tanpa pandang bulu. Jangan sampai alam terus menjadi korban keserakahan,” lanjutnya.
Selanjutnya Formappel RI menyerukan pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengawasan, memperketat izin pengelolaan lingkungan, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Alam adalah titipan untuk generasi mendatang. Jika dirusak hari ini, anak cucu kita yang akan menanggungnya” tegasnya

Anggi meminta kejahatan lingkungan tidak lagi dibiarkan, dan jangan hanya memberikan janji , tetapi masyarakat menuggu tindakan ”  sambungnya
( Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights