5 Bulan Menjabat, Dr. Burhanudin Harahap Bawa Perubahan Positif di MAN 3 Medan

Ket Photo: DR Burhanudin Kasek MAN 3 Medan

MEDAN, Indotrans.web.id || – Dalam waktu sekitar lima bulan sejak menjabat sebagai kepala sekolah, Dr. Burhanudin Harahap dinilai berhasil membawa perubahan positif di MAN 3 Medan.

Sejumlah pembenahan mulai terlihat, baik dari sisi kebersihan, penataan lingkungan, hingga perbaikan fasilitas sekolah.

Purba , salah seorang Praktisi media menyebutkan, dari amatannya di MAN 3 Medan menunjukkan adanya perubahan signifikan di lingkungan sekolah.

Jalan menuju sekolah yang sebelumnya becek dan berdebu kini telah dipasang paving block. Area sekolah juga terlihat lebih bersih dan tertata rapi.

Selain itu, lapangan sekolah kini tampil lebih menarik dengan warna-warni yang membuat suasana belajar terasa lebih hidup.

Sampah yang sebelumnya menumpuk di atap seng bangunan sekolah juga telah dibersihkan sehingga lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan nyaman.

Burhanudin mengaku saat pertama kali bertugas di sekolah tersebut, kondisi lingkungan sekolah cukup memprihatinkan.

“Saat pertama saya bertugas di sini, terlihat banyak sampah di atas genteng, kamar mandi rusak, dan kondisi lapangan sekolah juga memprihatinkan,” ujar Burhanudin.

Melihat kondisi tersebut, ia langsung mengambil langkah cepat dengan membersihkan sampah di atap seng serta memperbaiki akses jalan menuju sekolah dengan pemasangan paving block.

Beri Masukan untuk Program MBG,

Saat dimintai tanggapan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (10/3), Burhanudin menyatakan dukungannya terhadap program pemerintah tersebut.

Namun, ia juga memberikan sejumlah masukan agar program itu dapat berjalan lebih efektif.

Menurut doktor pendidikan tersebut, peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia perlu didukung dengan skala prioritas yang jelas, terutama dalam peningkatan sarana dan prasarana sekolah.

Ia mengusulkan agar kebutuhan dasar pendidikan seperti buku, pulpen, hingga seragam sekolah dari tingkat SD hingga SMA dapat digratiskan. Selain itu, beasiswa juga perlu diperbanyak serta fasilitas sekolah seperti laboratorium dan komputer harus terus ditingkatkan.

“Dari dana BOS saat ini, kami hanya mampu membeli 10 unit komputer, padahal kebutuhan sekolah mencapai sekitar 30 unit,” ungkapnya.

Burhanudin juga menyoroti pelaksanaan program MBG saat masa libur sekolah, seperti di bulan Ramadan. Menurutnya, ketika siswa diminta menjemput makanan ke sekolah, biaya transportasi yang dikeluarkan orang tua sering kali lebih besar dibanding nilai makanan yang diterima.

“Biaya ojek bisa sampai Rp15 ribu, sementara nilai MBG sekitar Rp10 ribu. Akhirnya banyak makanan yang tidak diambil dan terbuang,” keluhnya.

Soroti Kesejahteraan Guru

Dalam kesempatan itu, Burhanudin juga menegaskan pentingnya meningkatkan kesejahteraan guru. Ia mengingatkan bahwa peran guru sangat vital dalam membangun masa depan bangsa.

“No teacher, no school. Semua orang bisa menjadi pejabat karena jasa guru,” katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius mengangkat kembali marwah dan kesejahteraan guru, terutama bagi para guru honorer yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Burhanudin sendiri dijadwalkan memasuki masa pensiun pada April 2027. Meski demikian, ia bertekad memanfaatkan waktu yang ada untuk terus berkarya dan memperbaiki berbagai fasilitas di MAN 3 Medan agar menjadi sekolah yang lebih baik.

( Purba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights